Menulusuri Akar dari Karate Modern

Azizi “The Krauser” Calim merupakan atlet MMA dengan dasar karate. Foto: ONE Championship

Karate telah menjadi salah satu seni bela diri berbasis striking yang sering dipertunjukkan dalam MMA.

Seni bela diri ini sering disebut sebagai salah satu disiplin yang paling lengkap dari segi arsenal pukulan maupun tendangan. Namun, disiplin yang telah dimoderenkan ini berasal dari seni bela diri bernama “Te” dari Okinawa.

Banyak teori yang menceritakan bagaimana seni bela diri tua dari Okinawa menjadi salah satu yang paling digemari dan berpengaruh dalam olahraga kombat.

Namun yang paling pasti, aliran karate ini adalah akar dari karate yang dikenal di dunia modern.

Meskipun terpisahkan waktu, banyak gerakan-gerakan yang sampai sekarang masih digunakan dalam disiplin ini yang berakar dari seni bela diri tradisional Okinawa.

Meskipun kata (gerakan) dari akar disiplin karate mashi sampai sekarang dipelajari dan digunakan dalam pertandingan, banyak juga pelajaran dari disiplin Okinawa yang tidak dipelajari dan diubah dalam karate modern.

Salah satunya adalah mempelajari senjata tradisional, serta stance (kuda-kuda) yang lebih tinggi dalam bertanding.

Dalam karate Okinawa, para praktisi akan menggunakan kuda-kuda yang lebih rendah dari atlet yang mengikuti disiplin karate modern. Hal ini karena praktisi karate Okinawa mengutamakan stance yang stabil dan tidak mudah digerakkan.

Sedangkan para murid karate modern mengutamakan kecepatan dengan stance yang lebih natural.

Hal ini bisa dilihat di laga atlet seperti Kohei “Momotaro” Kodera yang menggunakan stance tinggi demi memudahkannya untuk mengeluarkan serangan cepat seperti tendangan roundhouse dan jab, sekaligus memberinya kemampuan untuk maju secara eksplosif dan mengejutkan lawannya.

Namun, stance yang rendah yang digunakan dalam karate Okinawa mempunyai tempat dalam pertandingan MMA.

Kuda-kuda ini membuat pertahanan takedown menjadi lebih mudah untuk para atlet yang mempelajari disiplin ini.

Mei “V.V.” Yamaguchi adalah salah satu atlet yang mengadopsi kuda-kuda ini kedalam laganya demi memudahkan pertahanan, sekaligus serangan takedownnya.

Meskipun berbeda, kedua disiplin ini patut dipelajari demi memperkuat kemampuan serta memperbanyak arsenal serangan seorang atlet bela diri.

Kedua disiplin ini mempunyai banyak teknik yang bagus untuk diterapkan dalam arena pertandingan.

Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait ONE Championship!

Comments are closed.