Mentega untuk MPASI Bayi, Boleh Enggak Ya?

Ilustrasi mentega Foto: Shutter Stock

Lemak menjadi salah satu kandungan penting yang perlu diberikan di menu MPASI bayi. Ya Moms, lemak bisa membuat tumbuh kembang bayi menjadi optimal.

Seperti yang dijelaskan oleh Dokter Anak dan Konsultan Laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, lemak merupakan sumber asupan penting untuk tumbuh kembang bayi. Apalagi lemak bisa membantu pembentukan otak bayi yang tersusun dari 86 persen lemak.

“Sekitar 50 persen kalori ASI berasal dari kandungan lemak di dalamnya, dan untuk kalori MPASI diusahakan 30-45 persen komposisinya diisi oleh lemak, umumnya didapat bersama dalam sumber protein seperti daging, ikan, telur, produk susu, dan lainnya,” ujar dokter yang praktik di BJ Medical Center itu.

Selain berasal dari sumber protein, lemak juga bisa didapat dari minyak yang merupakan lemak tambahan. Bisa dari minyak nabati seperti kanola, zaitun, kelapa murni, atau bunga matahari.

Lantas, bagaimana dengan mentega? Bolehkah diberikan untuk MPASI bayi? Mengingat mentega memiliki jumlah kalori yang tinggi dan tidak begitu baik dikonsumsi oleh orang dewasa.

Penjelasan soal Boleh Tidaknya Mentega untuk MPASI Bayi

Ilustrasi mentega. Foto: Shutterstock

Bagi bayi yang tidak memiliki alergi susu sapi, mentega sebenarnya aman dikonsumsi sejak ia mulai MPASI. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam satu sendok makan mentega, mengandung lemak murni, 100 kalori, 11 gram lemak, dan 0 protein serta karbohidrat.

Jumlah kalori yang tinggi dalam mentega akan membantu bayi menambah berat badan, jadi sangat cocok dikonsumsi oleh bayi yang sedang mengejar target berat badan.

Mengutip Healthline, mentega juga merupakan sumber vitamin yang baik untuk bayi. Dalam satu sendok makan mentega, mengandung 400 IU vitamin A, serta sejumlah kecil vitamin D, vitamin E, vitamin B12, dan vitamin K2.

Namun yang paling penting dari mentega adalah kandungan lemaknya, Moms. Dalam banyak penelitian menunjukkan bahwa lemak sangat penting dalam perkembangan saraf dan fungsi otak bayi.

Kekurangan Mentega untuk MPASI Bayi

Ilustrasi mentega. Foto: Shutterstock

Meski begitu, mentega sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, karena bisa menimbulkan efek samping bagi bayi. Salah satunya berisiko membuat si kecil obesitas. Oleh karena itu, menurut American Academy of Pediatrics, bayi mungkin memerlukan pengurangan lemak jenuh dalam makanannya.

Jika sudah obesitas, maka kondisi itu bisa menimbulkan penyakit jantung atau kolesterol tinggi. Kemudian, jika mentega dikonsumsi berlebihan, bayi mungkin jadi tidak berselera untuk makan makanan bergizi lainnya.

Jadi berikan mentega secukupnya saja, dan sisakan ruang di perutnya untuk makan makanan bergizi lainnya, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein, dan karbohidrat.

Comments are closed.