Menkes: Warga Tak Disiplin, PPKM Darurat Berlaku tapi Jalanan di DKI Masih Macet

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (4/2).
Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti kemacetan di sejumlah ruas jalan di tengah implementasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) yang sudah berjalan sejak 3 Juli lalu. Ia menyebut pandemi tidak bisa dikontrol jika masyarakat tidak disiplin dengan menekan mobilitas.

“Semua ini terjadi karena mobilitas tidak terkontrol. Kenaikan ini terjadi karena masyarakat sulit untuk disiplin. Saya masih melihat di jalan-jalan Jakarta sudah diimplementasikan PPKM Darurat [tapi] masih macet,” kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (5/7).

Budi menegaskan PPKM Darurat diberlakukan untuk menekan mobilitas masyarakat agar bisa mengurangi laju pandemi. Jika masyarakat tidak disiplin, maka pandemi COVID-19 tidak bisa dikontrol.

Para pengguna jalan melintas dekat pembatas jalan yang ditutup di Jalan Veteran Kota Serang, Banten, Senin (5/7/2021). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

“Kita tidak bisa mengontrol pandemi ini kalau tidak disiplin. Dengan adanya PPKM Darurat 3-20 Juli, tujuan kita memang menghambat mobilitas, mempersulit mobilitas agar kita bisa mengurangi laju pandemi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi mengakui testing corona semakin sulit dilakukan karena penularan varian Delta yang sangat cepat. Testing di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta yang sudah 6 kali standar WHO masih tidak cukup.

“Sehingga kita buat kebijakan PPKM di testing akan kita naikkan secara agresif dari 100 ribu menjadi 400 ribu per hari dengan kondisi seperti ini. Jadi kalau 25 persen per 1.000, targetnya bukan 1/1.000/minggu, tapi 15/1.000/minggu,” pungkasnya.

Memasuki hari ketiga PPKM Darurat, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan terpantau macet karena dilakukan penyekatan. Kemacetan ini terjadi di Tol Dalam Kota pagi tadi.

Comments are closed.