Menkes: Warga DKI Dapat Obat Gratis saat Isoman Hanya yang Positif Corona

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Kemenkes telah meluncurkan layanan baru, yaitu konsultasi dokter dan obat gratis bagi pasien positif COVID-19 yang melakukan pengobatan lewat 11 platform telemedicine. Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan layanan ini hanya bisa diberikan kepada masyarakat positif COVID-19 yang hasil laboratoriumnya sudah tercatat pada database Kemenkes.

“Jadi harus [pasien] positif [COVID-19] supaya tidak ada abuse. Kalau mereka konsultasi ke telemedicine akan digratiskan,” kata Budi dalam keterangannya secara virtual, Selasa (6/7).

Untuk sementara, layanan ini baru berjalan di DKI Jakarta. Namun Budi menegaskan layanan serupa akan segera diimplemetasikan di provinsi-provinsi lain untuk masyarakat positif COVID-19 dan isolasi mandiri di rumah.

“Untuk sementara layanan ini dilakukan di DKI Jakarta dan juga berlaku untuk orang yang sudah positif terkena COVID yang dikonfirmasi di data lab yang ada di database-nya Kemenkes,” jelasnya.

Rumah milik warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar di RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, Bandung. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

Sementara terkait vaksinasi, Budi mengungkapkan Indonesia akan kembali kedatangan 31 juta dosis vaksin di bulan ini dan 45 juta dosis vaksin pada Agustus mendatang. Diharapkan dengan kedatangan dosis vaksin tersebut, target pemerintah 2 juta vaksinasi per hari bisa tercapai.

“Bapak Presiden memastikan agar 1 juta vaksinasi di Juli ini terus dicapai dan beliau Agustus pengin 2 juta, kalau perlu bisa dinaikkan 5 juta,” ungkapnya.

Menghadapi varian Delta yang saat ini mendominasi kasus harian COVID-19 di Indonesia, Kemenkes memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus di sejumlah provinsi. Budi meminta beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan agar bisa mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.

“Kami juga sudah coba antisipasi karena [varian] Delta ini naiknya sangat cepat. Di mana kira-kira provinsi lain yang ada kemungkinan ke depannya akan ada lonjakan cukup tinggi. Kami lihat ada 5 provinsi di Sumatera dan 2 provinsi di Kalimantan yang kita harus hati-hati agar bisa mempersiapkan dengan baik yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sumateranya di Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung,” pungkasnya.

Comments are closed.