Menilik Sungai Gangga, Tempat Suci yang Jadi Rumah Bagi Jenazah di India

Pemakaman jenazah korban COVID-19 di tepian Sungai Gangga di Phaphamau, Prayagraj, India.
Foto: Ritesh Shukla/REUTERS

Sungai Gangga mendapat sorotan setelah ratusan mayat yang dikuburkan di tepi sungai tersebut bermunculan di permukaan tanah. Kemunculan itu diakibatkan karena naiknya permukaan sungai.

Mayat-mayat itu tergeletak bersama kayu bakar yang digunakan untuk proses kremasi jenazah. Pemerintah Uttar Pradesh mengakui banyak mayat yang meninggal karena corona dibuang ke sungai tersebut pada Mei 2021.

Sebab, warga tak mampu membayar biaya pemakaman serta takut akan penularan virus tersebut. Sementara itu, 108 mayat dilaporkan dikremasi di tepi Sungai Gangga dalam tiga pekan terakhir.

Anggota Pasukan Tanggap Bencana Negara (SDRF) berpatroli di perairan sungai Gangga melewati kuburan pasir dangkal, di pinggiran Prayagraj, India, Jumat (21/5). Foto: Ritesh Shukla/REUTERS

Sungai Gangga merupakan sungai terbesar ketiga di dunia yang mengalir sejauh 2.700 kilometer dari Pegunungan Himalaya ke Teluk Banggala di India Utara dan Bangladesh. Sungai ini dianggap suci dalam agama Hindu, lantaran disebut sebagai jelmaan Dewi Gangga yang merupakan dewi pemberi kesuburan dan pembersih dosa dengan air yang dikucurkan dari gucinya.

Setiap harinya, banyak umat Hindu yang melakukan ritual mandi di tepi sungai ini. Ritual mandi di Sungai Gangga merupakan tradisi paling sakral dari ziarah Hindu.

Sebagai tempat yang suci, aliran Sungai Gangga dijadikan masyarakat Hindu sebagai lokasi pembuangan abu jenazah. Pembuangan abu jenazah di sini dipercaya dapat mengantar yang sudah mati menuju surga.

Sungai Paling Suci di India

Kota Varanasi berlokasi di tepi Sungai Gangga yang dipercaya suci Foto: Shutter Stock

Menurut kepercayaan umat Hindu di India, mandi di sungai ini membawa keberuntungan, memberikan pengampunan dosa seseorang dan memfasilitasi moksa (pembebasan dari siklus hidup dan mati).

Dewi Gangga sering digambarkan dalam budaya India memiliki empat tangan dan duduk di atas vahana (kendaraan) miliknya, Makara, hewan berkepala buaya dan ekor lumba-lumba. Ia juga dilukiskan sebagai wanita cantik yang mencurahkan air dari dalam guci.

Sungai Gangga berasal dari gletser yang mencair dari Pegunungan Himalaya. Banyak orang yang rela melakukan perjalanan jarak jauh hanya untuk menaburkan abu jenazah anggota keluarganya ke dalam air Sungai Gangga, agar mengantar yang sudah mati menuju surga.

Masyarakat Hindu India tengah membersihkan diri di Sungai Gangga Foto: Shutter Stock

Ada banyak tempat suci di sepanjang Sungai Gangga termasuk Gangotri, Haridwar, Allahabad, Varanasi dan Kali Ghat. Di Kolkata ada pula beberapa kuil yang dibangun tepat di sisi Sungai Gangga, yakni Kuil Belur Math dan Kuil Dakshineswar Kali.

Setiap harinya kuil ini ramai akan umat Hindu. Mereka yang datang tak lupa untuk mengambil air sungai yang terlihat cokelat pekat, setelah sebelumnya melakukan ritual di kuil-kuil itu.

Tempat Ritual

Umat Hindu menghadiri ritual petang setelah berendam di air Sungai Gangga pada kesempatan festival Maha Shivratri selama festival keagamaan Kumbh Mela di Haridwar (11/3). Foto: PRAKASH SINGH/AFP

Ritual yang paling populer digelar di Sungai Gangga adalah Kumbh Mela. Kumbh Mela dalam agama Hindu merupakan ritual keagamaan yang dirayakan empat kali selama 12 tahun. Ritual mandi bareng ini biasanya dilakukan di empat lokasi, yakni Haridwar, Prayag, Ujjain dan Nashik.

Kumbh Mela merupakan tradisi ziarah terbesar di India. Tradisi ini juga adalah ziarah massal umat Hindu sebagai cara untuk membasuh dosa-dosa mereka di Sungai Gangga, lokasi paling suci di India.

Diperkirakan 120 juta orang mengunjungi Kumbh Mela di Allahabad pada 2013. Tahun ini di tengah pandemi virus corona, Kumbh Mela tetap digelar yang disebut menjadi akibat merangkaknya angka penularan di India.

Suku Aghori India Foto: Shutter stock

Selain ritual mandi berjamaah, Sungai Gangga juga kerap digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan tradisi kanibalisme oleh sekte Aghori. Sekte Aghori adalah sekte kecil yang melakukan ritual kanibalisme atau makan jenazah di Sungai Gangga.

Sekte pemuja Dewa Siwa ini menganggap, rohani mereka bisa lebih bercahaya jika mereka memakan mayat. Bahkan, mereka percaya kanibalisme membuat seseorang lebih dekat kepada Tuhan dan mendapat kemudahan dalam menjalani hidup.

Sebagai kota favorit Dewa Siwa, Varanasi atau Sungai Gangga dipercaya memberikan keselamatan akhirat kepada jenazah yang dikremasi di kota tersebut.

Sungai Paling Tercemar di Dunia

Sungai Gangga Tercemar Foto: REUTERS/Danish Siddiqui

Selain terluas di dunia, Gangga juga mendapat predikat sebagai sungai tercemar di dunia. Pemerintah India mencatat pada tahun 1970-an bahwa 600 kilometer area Sungai Gangga ialah zona paling berpolusi.

Pencemaran Sungai Gangga disebabkan oleh beberapa alasan, termasuk limbah manusia dan industri. Bahan kimia untuk pertanian mengalir langsung ke sungai, bersama dengan air kotor dari pemukiman.

Selain mempengaruhi manusia, pencemaran Sungai Gangga juga mempengaruhi kehidupan air di sungai. Misalnya, ada perkembangan tumor di dalam zooplankton, yang berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan kecil.

Meski masyarakat India mengetahui bahwa aliran Sungai Gangga sudah tercemari oleh limbah pabrik dari kota, masyarakat tetap memanfaatkan air Sungai Gangga untuk kepentingan minum, mandi, mencuci, dan lainnya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).

Comments are closed.