Mendag Prioritaskan Kelancaran Distribusi Oksigen hingga Obat untuk COVID-19

Suasana depot isi ulang oksigen di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Ketersediaan alat-alat kesehatan mulai dari obat-obatan hingga oksigen harus harus mendapat perhatian khusus di tengah pemberlakukan PPKM Darurat yang sudah dimulai sejak tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui ada dinamika khususnya terkait pasokan obat dan oksigen di masyarakat. Namun, ia memastikan distribusinya masih lancar.

“Distribusi masalah alat kesehatan dan obat akan menjadi prioritas kita dalam PPKM Darurat, ini memastikan semua yang memang ada bisa didistribusikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Lutfi saat konferensi pers secara virtual, Senin (5/7).

Di tengah berlangsungnya PPKM Darurat ini, oksigen menjadi barang yang banyak dicari. Lutfi mengatakan pihaknya sejak awal sudah mendapatkan permintaan dari BNPB. Kalau harus impor, oksigen memang sudah masuk daftar barang yang didatangkan.

“Jadi saya pastikan oksigen ini sudah masuk ke listnya dan mudah-mudahan tidak ada permasalahan untuk kegiatan pengadaan terutama di batas negara. Jadi ini yang kita jadikan dan ini sudah menjadi eksepsi yang sudah dibolehkan dari pertama kali BNPB mengatur PPKM ini,” ujar Lutfi.

Sejumlah agen oksigen di Yogyakarta kehabisan stok oksigen. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Lebih lanjut, Lutfi tidak menampik di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan tersebut juga ada gejolak harga. Namun, ia tidak banyak ikut campur karena masuk wilayah Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

“Adapun masalah harga meski ada suplai dan demand itu tetapi ini adalah tupoksi Kemenkes, kita membantu memastikan distribusinya,” tutur Lutfi.

Comments are closed.