Membangun Lingkungan Kerja yang Baik untuk Pekerja Garis Depan

Perusahaan perlu membuat lingkungan kerja yang baik bagi frontline workers, Bagaimana caranya? Foto: Shutterstock.

Pekerja garis depan adalah mereka yang bekerja di garda terdepan dan bersinggungan langsung dengan masyarakat. Tak hanya tenaga kesehatan, petugas keamanan, buruh produksi manufaktur, kurir antar-jemput barang, hingga kontraktor bangunan, termasuk pekerja garis depan.

Dengan pekerjaan yang mengharuskan mereka bertemu dengan banyak orang, pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang signifikan. Jika sebelumnya pekerja garis depan dapat berkolaborasi dan bekerja sama secara langsung di lapangan, kini aktivitas menjadi terbatas.

Alhasil, terbatasnya ruang gerak pekerja garis depan menghambat beberapa alur pekerjaan perusahaan. Penelitian dari Harvard Business Review mengungkapkan 80 persen dari tenaga kerja global adalah pekerja garis depan. Jika terus dibiarkan, bayangkan berapa banyak malfungsi dan hambatan yang dialami bisnis?

Berangkat dari permasalahan ini, guna mendukung tekad dan komitmen pekerja garis depan, penting bagi seluruh perusahaan untuk mengetahui cara tepat untuk membangun lingkungan kerja yang baik.

Memberikan Kenyamanan dan Dukungan bagi Pekerja Garis Depan dalam Melakukan Rutinitas Kerjanya

Bantuan teknologi mempermudah pekerja garis depan untuk melakukan rutinitas pekerjaannya. Foto: Shutterstock.

Selain menjaga kesehatan fisik, perusahaan juga harus memperhatikan kenyamanan pekerja garis depan dalam aktivitas sehari-hari, yakni dengan memberikan dukungan psikologis dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus independensi dalam bekerja.

Salah satu perusahaan multinasional berbasis teknologi terbesar di dunia, Microsoft, merasakan urgensi untuk melibatkan pekerja garis depan dalam pengembangan inovasi.

Microsoft sadar bahwa selama ini pekerja garis depan sering dikesampingkan dalam pelatihan dan pemberian fasilitas berbasis teknologi. Namun dengan kebutuhan digitalisasi yang begitu pesat, Microsoft ingin mendistribusikan kemudahan lewat teknologi secara menyeluruh.

Microsoft percaya, pekerjaan frontline workers akan lebih terasa nyaman dengan ketersediaan teknologi informasi, komunikasi, dan kolaborasi yang memadai. Dengan lingkungan dan ritme kerja yang nyaman, produktivitas para pekerja akan terbangun dengan sendirinya.

Lewat salah satu produk unggulannya, Microsoft Teams, perusahaan teknologi informasi ini ingin memberikan dukungan bagi pekerja garis dengan dengan alat yang memudahkan rutinitas pekerjaan.

Microsoft Teams dapat diakses melalui smartphone. Foto: Shutterstock.

Microsoft Teams bukan hanya sekadar ruang meeting atau sarana video call. Didukung oleh teknologi terkini, Microsoft Teams memiliki fitur untuk pengaturan jadwal kerja, pengajuan cuti, manajemen tugas berdasarkan prioritas, hingga alat komunikasi real time; semua dalam satu platform yang sama. Di dalam Microsoft Teams, terdapat beberapa fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja sekaligus melindungi pekerja garis depan.

Fitur Shift misalnya, memungkinkan pekerja garis depan untuk mengatur jadwal kerja dengan mudah, membuat sistem absensi yang efisien, serta mengecek kehadiran kolega dari mana saja. Dalam fitur ini, mereka juga dapat melakukan pertukaran jadwal atau mengajukan cuti, di mana para manajer dapat secara real time melakukan proses approval, sehingga kolaborasi tim dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, walaupun tidak intens bertemu seperti dulu, perusahaan atau sesama pekerja dapat memberikan dukungan lewat fitur chat, video call, dan Walkie Talkie. Jarak bukan lagi menjadi kendala karena fitur Walkie Talkie di Microsoft Teams menggunakan koneksi internet, sehingga pekerja juga mengurangi jumlah alat yang harus mereka bawa.

Pekerja garis depan juga tak perlu membuang waktu untuk menghubungi atau menunggu balasan dari kantor. Dengan fitur Tasks dan File, setiap pekerja dapat mengecek dokumen dan memastikan daftar tugas yang harus diselesaikan dari hari ke hari. Secara dua arah, tim yang berada di kantor pun dapat mendistribusikan dan memantau pekerjaan dengan mudah.

Microsoft Teams juga terhubung dengan fitur Komunitas Yammer yang memungkinkan seluruh anggota perusahaan, termasuk pekerja garis depan, untuk berbagi cerita dan pengumuman. Dalam Yammer, terdapat fitur Praise untuk memberikan pujian kepada sesama kolega, sehingga terciptalah lingkungan kerja yang mendukung satu sama lain.

Dengan desain yang intuitif, Microsoft Teams mampu menyesuaikan beragam fitur dengan konfigurasi dan kebutuhan setiap perusahaan. Benar, perusahaan dapat merancang aplikasi dan sistem bot untuk mendukung alur kerja.

Microsoft Teams dengan tampilan pengguna yang intuitif. Foto: Shutterstock.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai! Mari gunakan kesempatan ini untuk membangun lingkungan kerja yang baik bagi semua orang, termasuk mereka yang tak pernah berhenti melayani masyarakat di barisan paling depan.

Microsoft Teams telah dimanfaatkan oleh banyak perusahaan dari berbagai sektor industri di dunia. Jadi, tunggu apa lagi? Temukan solusi kerja yang inovatif dan kolaboratif di masa pandemi dalam Microsoft Teams. Info selengkapnya, lihat di sini.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Microsoft

Comments are closed.