MBZ Presiden UEA: Gantikan Sheikh Khalifa; Diprediksi Bentuk Poros Anti-Iran

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Foto: Adem ALTAN / AFP

Uni Emirat Arab (UEA) diselimuti duka usai kematian Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahya pada Jumat (13/5/2022). Sheikh Khalifa wafat setelah sebelumnya menderita sakit.

Kementerian Kepresidenan mengatakan UEA akan menjalankan masa berkabung selama 40 hari dengan pengibaran bendera setengah tiang mulai Jumat ini.

Selain itu, negara juga akan menangguhkan pekerjaan di semua entitas sektor publik dan swasta selama tiga hari.

Penjaga Kehormatan UEA mengusung jenazah mendiang Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan saat pemakamannya, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (13/5/2022). Foto: Kementerian Kepresidenan/Handout via REUTERS

Sementara waktu, sebagaimana tertulis dalam konstitusi UEA, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, yang juga merupakan penguasa Dubai, diangkat sebagai penjabat presiden.

Putra Mahkota Abu Dhabi, MBZ, Jadi Presiden UEA

Suasana salat jenazah Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (13/5/2022). Foto: Kementerian Kepresidenan/Handout via REUTERS

Tak perlu waktu lama, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed (MBZ) Al Nahyan dipilih menjadi presiden UAE. Penunjukan MBZ dilakukan Dewa Tinggi Federal. Dewan tersebut terdiri dari penguasa tujuh emirat UEA.

MBZ menggantikan kakaknya, Sheikh Khalifa, yang berpulang sehari sebelumnya. Kini, MBZ menjadi penguasa negara kaya minyak yang didirikan oleh ayahnya pada 1971, demikian dikutip dari Reuters.

Penunjukan itu akhirnya meresmikan posisinya sebagai pemimpin negara. Dia telah memimpin negara berpenduduk 10 juta jiwa itu dari balik layar selama bertahun-tahun.

Menuntun UEA, MBZ memperkuat militer dengan teknologi tinggi. UEA juga mengirim seorang pria ke luar angkasa di bawah pimpinannya saat masih menjadi penguasa de facto.

MBZ turut meluncurkan penyelidikan ke Mars dan membuka reaktor nuklir pertamanya. Pengaruh UEA pun melesat berkat sumber minyak dan kebijakan luar negeri yang tegas.

MBZ Diprediksi Bentuk Poros Anti-Iran dan Sayap Kanan

Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan menghadiri pemakaman Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, di pemakaman Al Bateen di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (13/5/2022). Foto: Kementerian Kepresidenan/Handout via REUTERS

Sebelum dipilih menjadi presiden, MBZ sempat banyak diprediksi akan membuat koalisi baru anti-Iran dengan menggandeng Israel. Ia juga bakal berjuang meredam gerakan politik Islam sayap kanan di Timur Tengah.

Untuk mewujudkan niatnya itu MBZ sebenarnya sudah punya modal besar. Sejak 2014, ketika sang kakak Khalifa bin Nahyan terkena stroke, MBZ sudah menjadi pemimpin de facto UEA.

Lewat kekayaan minyak dan status sebagai salah satu pusat bisnis di Teluk, MBZ memperkuat kekuatan militer dengan teknologi tinggi.

Selain itu, MBZ adalah salah satu pihak yang mendukung perbaikan hubungan antara negara-negara Arab dengan Israel. Bahkan UEA dan Bahrain lewat perantara AS menjadi salah satu negara pertama menekan perjanjian damai dengan Israel dalam beberapa dekade terakhir.

Seluruh Pemimpin di UEA Berjanji Setia pada Presiden Baru MBZ

Mohamed bin Zayed Al Nahyan (tengah) saat terpilih menjadi Presiden UEA. Foto: Ministry of Presidential Affairs

Seluruh pemimpin di Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sumpah setia dan loyalitas kepada MBZ.

Seusai MBZ terpilih, Wapres UEA yang juga penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid, merilis surat terbuka. Di dalam surat itu tertuang janji mendukung kekuasaan MBZ di negara kaya minyak itu.

“Saat ini rakyat berjanji kepadanya, berjanji mendengar, taat dan mengikutinya dalam perjalanan sejarah baru di UEA,” ucap Sheikh Mohammed bin Rashid seperti dikutip dari The Nation.

Comments are closed.