Manusia Berjubah Putih yang Bikin Geger di Pringsewu Diamankan Polsek Sukoharjo

Manusia berjubah putih yang gegerkan warga Pringsewu diamankan Polsek Sukoharjo Polres Pringsewu. | Foto: Ist

Lampung Geh, Pringsewu – Manusia yang mengenakan jubah berwarna putih telah diamankan jajaran Polsek Sukoharjo Polres Pringsewu, Minggu (15/5).

Pasalnya, aksi meminta-minta hingga malam hari menggunakan pakaian serba putih meresahkan warga setempat. Bahkan, beberapa warga mengatakan senjata tajam turut menyertai aksi tersebut.

Akhirnya jajaran Polsek Sukoharjo, Polres Pringsewu, mengamankan manusia berjubah putih yang merupakan seorang wanita bernama Nurhayati (49) warga Pekon Bandung Barat adalah, kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

BACA JUGA

Teror Manusia Berjubah di Lampung, Korban: Bawa Senjata Tajam Paksa Minta Uang

Viral Manusia Berjubah Serba Putih Gegerkan Warga Pringsewu, Lampung

Saat dikonfirmasi, Paur Humas Polres Pringsewu Aipda Suhud mengatakan wanita berjubah itu merupakan seorang wanita.

“Yang bersangkutan saat ini sedang diantarkan oleh Kapolsek Sukoharjo ke tempat Pak Lurah (Pekon Bandung Barat), sekalian dicarikan solusi bersama pihak keluarga,” kata Suhud saat dihubungi Lampung Geh, Minggu (15/5).

Untuk saat ini, lanjutnya, keluarga yang bersangkutan sedang musyawarah bersama aparat desa dan Polsek Sukoharjo.

“Nanti, setelah ada keputusan dari hasil koordinasi pasti kita sampaikan,” ungkapnya.

Mengenai motif, Suhud belum bisa menyampaikan lebih lanjut lantaran koordinasi antara keluarga dan aparatur desa belum rampung.

Namun, keterangan sementara dari pihak keluarga, manusia berjubah putih tersebut mengalami depresi.

“Dari keterangan keluarga depresi karena berpisah dengan suami sejak 2010 yang lalu,” katanya.

Sedangkan, untuk beberapa informasi yang menyatakan manusia berjubah putih ini membawa senjata tajam belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Pasalnya, saat diperiksa di Polsek Sukoharjo, petugas tidak menemukan senjata tajam.

“Kalau meminta-minta iya benar. Tapi tidak ditemukan senjata tajam,” terangnya.

Sedangkan, pengakuannya meminta-minta beralasan untuk membayar kuliah. “Keterangannya juga berbeda-beda, nanti lebih lanjut setelah ada hasil musyawarah ya,” pungkasnya. (*)

Comments are closed.