Mal Tak Sepenuhnya Tutup Saat PPKM Darurat, Restoran-Supermarket Tetap Buka

Area kuliner di Mal Grand Indonesia, Jakarta, saat Lebaran Jumat (14/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Mal dan pusat perbelanjaan menjadi salah satu tempat yang ditutup pemerintah selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Namun Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Ellen Hidayat mengatakan, selama PPKM Darurat tak seluruh tenan di mal tutup. Untuk usaha esensial masih akan dibuka.

“Tenant pusat perbelanjaan tidak ditutup secara penuh karena masih ada tenant yang diizinkan untuk operasional dari tanggal 3-20 Juli 2021 sampai dengan pukul 20.00 WIB, dengan pembatasan kategori tenant serta kapasitas pengunjung maksimal 50%,” ujar Ellen melalui rilisnya, Jumat (2/7).

Suasana pujasera di mall Senayan City, Jakarta, Senin (14/9/2020). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Adapun mal atau pusat perbelanjaan di bawah APPBI DKI Jakarta sebanyak 85. Dia memastikan seluruh anggota APPBI akan menjalani ketetapan pemerintah.

“APPBI DKI yang memiliki anggota sebanyak 85 pusat belanja menyatakan akan turut mengikuti Pengetatan Aktivitas Masyarakat untuk mendukung upaya Pemerintah menurunkan angka penyebaran COVID-19,” kata Ellen.

Usaha yang masih akan buka:

Kategori supermarket, Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Kategori farmasi, apotek, toko obat.

Kegiatan pada sektor esensial antara lain : ATM CENTER dan kantor layanan perbankan di dalam Mal

Kategori F&B diizinkan beroperasional namun hanya dapat melayani pembelian yang dibawa pulang /take away dan juga dengan system pesan antar/delivery. (Untuk system dine-in /layanan makan di tempat tidak diperbolehkan)

“Dengan demikian tenant kategori Non F&B di luar kategori tersebut tidak dapat beroperasional selama periode PPKM Darurat,” tutupnya.

Infografik PPKM Darurat Berlaku di Jawa dan Bali.
Foto: kumparan

Comments are closed.