Mahfud: Terima Kasih Pak Amien Umumkan Polri Tak Terlibat Terbunuhnya Laskar FPI

Menko Polhukam Mahfud MD saat konferensi pers terkait revisi UU ITE, Selasa (8/6).
Foto: Humas Kemenko Polhukam

Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi pernyataan Amien Rais yang menyebut bahwa TNI dan Polri tak terkait dengan tewasnya 6 laskar FPI di Tol Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020.

Hal ini disampaikan Mahfud MD melalui akun Twitternya, Kamis (8/7/2021).

“Terima kasih, Pak Amien, atas sportivitasnya mengumumkan temuan TP3 tentang terbunuhnya 6 laskar FPI. Bahwa tidak ada keterlibatan Polri,” kata Mahfud dengan melampirkan foto tangkapan layar berita berjudul “Amien Rais Pastikan TNI Polri Tidak Terlibat Pembunuhan Enam Laskar FPI”.

Dengan pernyataan Amien ini, kata Mahfud, maka peristiwa tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq tersebut bukanlah sebuah pelanggaran HAM berat.

“Artinya peristiwa bukan pelanggaran HAM berat melainkan kejahatan biasa. Pelanggaran HAM berat itu melibatkan aparat secara terstruktur dan sistematis,” jelas Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan, ketika Presiden Jokowi dan sejumlah menteri menerima Amien Rais di Istana, pemerintah juga menyampaikan bahwa berdasarkan investigasi Komnas HAM, tidak ditemukan adanya pelanggaran HAM berat.

“Tapi, kalau TP3 punya bukti tentang pelanggaran HAM berat itu pemerintah akan menindaklanjuti sesuai UU 26/2000. Ternyata bukti-bukti tidak ada,” tutup Mahfud.

Sebelumnya, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 pengawal Habib Rizieq mengeluarkan buku putih soal insiden yang terjadi di KM 50 Tol Cikampek.

Amien Rais yang merupakan anggota TP3 menyebut bahwa dalam buku putih dijelaskan bahwa tidak ada keterlibatan TNI dan Polri dalam peristiwa tewasnya 6 laskar FPI itu.

“Seperti ada apanya di dalam buku putih ini, TNI-Polri tidak terlibat dalam skenario maupun implementasi pelanggaran HAM berat, maka dari itu kita bersyukur,” kata Amien.

“Jadi kita bangga, alhamdulillah ya, tulang punggung keamanan bangsa namanya Polri, dan tulang punggung pertahanan adalah namanya TNI itu tidak terlibat sama sekali,” lanjut Amien.

Comments are closed.