Lurah di Depok yang Gelar Hajatan saat PPKM Darurat Terancam Dicopot

Acara pernikahan yang digelar oleh Lurah Kecamatan Pancoran Mas, Depok di tengah PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Beredarnya video lurah di Depok yang menggelar hajatan dan diduga melanggar protokol kesehatan, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Depok.

Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kota Depok akan menindaklanjuti video tersebut. Bila terbukti melanggar maka lurah tersebut bisa dicopot dari jabatannya.

Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri mengatakan, telah menerima dan mendapatkan informasi bahwa ada pejabat lurah di Kota Depok yang menggelar hajatan. Namun yang menjadi perhatiannya, pada hajatan tersebut terdapat iringan musik yang diikuti sejumlah orang berjoget sehingga diduga terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

BKPSDM akan melakukan pemeriksaan lebih dalam terkait kebenaran video tersebut. “Nanti saya coba pastikan,” ujar Supian Sabtu (3/7).

Supian menjelaskan, apabila hasil dari klarifikasi dan penggalian informasi menyatakan benar bahwa video tersebut terjadi di hajatan yang digelar seorang lurah, BKPSDM akan memberikan sanksi tegas.

Menurutnya, seorang lurah harus memberikan contoh kepada masyarakat karena Kota Depok sedang melaksanakan PPKM Darurat.

“Ini pelanggaran berat harusnya jadi contoh,” terang Supian.

Menurutnya BKPSDM dapat memberikan sanksi berat kepada lurah yang menggelar hajatan dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jabatan yang diemban lurah tersebut dapat diturunkan.

“Bisa turun jabatannya,” pungkas Supian.

==

Comments are closed.