Luhut Minta Agar Pekerja dari Bogor Tak ke Jakarta

Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan Pantau Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: dok. PT KCIC

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar panjaitan menggelar konferensi pers bersama sejumlah pejabat lainnya untuk mengevaluasi pelaksanaan PPKM Darurat pada hari kerja. Hari ini merupakan hari ketiga pemberlakuan PPKM Darurat tapi adi hari pertama berlaku di hari kerja.

Luhut yang ditunjuk sebagai pemimpin PPKM Darurat, melihat di hari ketiga ini banyak terjadi kemacetan di sejumlah titik penyekatan yang didirikan TNI-Polri. Meski begitu ia tidak mau penyekatan ini dicabut.

“Kita jangan goyang dengan penyekatan ini,” kata Luhut dalam konferensi pers tersebut, Senin (5/7).

Menurut Luhut masalahnya bukan di titik penyekatan. Tapi para pekerja yang tidak bekerja di sektor esensial maupun kritikal itu yang menumpuk dan meminta melintas untuk bisa bekerja di kantor.

Mereka datang dari sejumlah wilayah sekitar Jakarta, terutama Bogor yang jumlahnya begitu banyak. Maka itu Luhut meminta agar pejabat di wilayah tersebut bisa melakukan antisipasi agar warganya yang tidak bekerja di sektor esensial maupun kritikal agar bekerja dari rumah.

“Jadi 72 titik penyekatan tetap dan sosialisasi supaya dari bogor tidak mengalir lagi ke sini. Saya sudah bicara ke Bupati (Bogor), Wali Kota Bogor bicarakan ini,” kata Luhut.

Tidak hanya kepada pemerintah daerah tapi juga TNI-Polri yang ada di sana. Komunikasi terkait penyekatan antar wilayah tersebut harus diperkuat sehingga tidak besok tidak ada lagi pekerja non esensial dan kritikal menumpuk meminta lewat untuk kerja dari kantor.

“Khususnya Bogor supaya dilakukan dengan baik supaya pekerja ini bisa kurang yang masuk ke DKI,” kata Luhut.

Comments are closed.