Luhut: 3 Hari Obat Masih Langka, Razia Langsung ke Gudang

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi food estate di Desa Bentuk Jaya (A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (6/4). Foto: Kementan RI

Obat-obatan terkait terapi COVID-19 mulai banyak ditemui dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang telah ditentukan. Hal ini tentu menjadi keresahan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan obat dengan harga yang masih normal.

Merespons harga obat-obatan yang tak terkontrol, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta agar persediaan obat-obatan beserta harga kembali normal di pasaran. Ia meminta hal tersebut harus segera terlaksana dalam 3 hari ke depan.

“Semua saya minta masuk akal dan keuntungan diterima produsen dan distributor tersebut. Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami dapatkan harga obat cukup tinggi atau terjadi kelangkaan kami akan ambil langka tegas dengan razia seluruh gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual terkait PPKM Darurat Jawa-Bali, Senin (5/7).

Apabila harga masih belum juga turun, Luhut meminta jajaran kepolisian dan juga Kejaksaan untuk melakukan pengecekan di gudang-gudang obat.

“Saya minta Kapolri dalam hal ini Kapolda Metro dan Kejati untuk patroli gudang obat yang sudah kita punya datanya dan saya kira AsOps bisa datakan lagi,” kata Luhut.

Ia kemudian kembali menegaskan agar obat-obatan harus segera kembali tersedia di pasaran dengan harga yang normal.

“Paling lambat saya ulangi Rabu. Jadi Kamis tidak boleh ada kelangkaan,” tegasnya.

Comments are closed.