Langkah Kemenkes Antisipasi Dokumen Swab Palsu sebagai Syarat Terbang

Ilustrasi pesawat terbang di atas kepulauan. Foto: Shutter Stock

PPKM Darurat kini tengah dilaksanakan di Jawa-Bali hingga 20 Juli mendatang. Sejumlah pengetatan peraturan dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat, salah satunya dengan mewajibkan syarat hasil tes PCR dan sertifikat vaksin (minimal 1 dosis) untuk penerbangan.

Namun, penggunaan hasil tes tersebut seringkali dipalsukan oleh orang-orang yang seharusnya tidak bisa melakukan perjalanan dan memaksakan diri. Untuk menghindari kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan telah mewajibkan calon penumpang pesawat untuk memasukkan hasil tesnya ke aplikasi Pedulilindungi.

Seluruh hasil tes PCR/antigen dan vaksinasi yang dilakukan akan tersimpan di data milik Kemenkes yang disebut New All Record atau NAR. Melalui Pedulilindungi, operator transportasi udara dapat mencocokan data yang dimiliki penumpang di aplikasi tersebut dengan data Kemenkes. Sehingga cara ini diharapkan dapat menghilangkan celah bagi pemalsuan surat hasil tes.

Bila sebelumnya setiap calon penumpang pesawat harus mengisi data perjalanan di aplikasi e-HAC, kini hal tersebut sepenuhnya tergabung pada aplikasi Pedulilindungi. Sehingga data perjalanan maupun bukti keaslian dari hasil tes PCR dapat terintegrasi dalam satu aplikasi saja.

Berikut adalah cara untuk menggunakan aplikasi Pedulilindungi:

1. Unduh aplikasi Pedulilindungi di App Store atau Google Play Store

2. Masukan hasil tes swab PCR atau antigen yang dilakukan di rumah sakit maupun klinik

3. Saat tiba di gerbang pengecekan di bandara, buka kembali aplikasi Pedulilindungi. Kemudian scan QR code yang tertera.

4. Lakukan check-in di counter.

5. Scan QR pada area komersil di bandara seperti ruang tunggu.

6. Isi form eHAC sambil menunggu keberangkatan.

Pedulilindungi telah digunakan dalam rute Jakarta-Bali dan sebaliknya per Senin (5/7) ini. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, masyarakat yang ingin bepergian tak perlu repot membawa hasil tes maupun sertifikat vaksin secara fisik.

Comments are closed.