Langgar PPKM Diajak ‘Tour of Duty’, Bantu Buat Peti Mati Sampai ke Makam Keputih

Para pelanggar protokol kesehatan saat menyaksikan pemakaman jenazah COVID-19 di Keputih, Selasa (6/7) dini hari. Foto-foto: Istimewa

Bagi pelanggar protokol kesehatan di masa PPKM Darurat, Pemkot Surabaya menerapkan sanksi berupa ‘tour of duty’. Dimana para pelanggar prokes ini akan diajak mengunjungi pemakaman COVID-19 di Keputih. Mereka juga harus memberikan pelayanan sosial bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liponsos Keputih.

Sanksi tersebut seperti yang diberikan kepada 145 pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi patuh PPKM Darurat pada Senin (5/7) malam.

“Kita tempatkan di Liponsos, sekitar pukul 24.00 kita ajak mereka ke tempat pemulasaran jenazah dan setelah itu kita arahkan untuk melihat proses pemakaman dan makam warga Surabaya yang meninggal karena COVID-19,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Selasa (6/7).

Tepat pukul 24.00 WIB, bus yang membawa pelanggar protokol kesehatan itu tiba di makam Keputih. Di sana mereka ditunjukkan tempat pemulasaran jenazah dan menyaksikan langsung pemakaman jenazah yang meninggal karena COVID-19. Tidak hanya itu, mereka pun melihat secara langsung perjuangan petugas dan tenaga kesehatan yang masih memakamkan jenazah yang meninggal karena COVID-19 hingga tengah malam.

Setelah dari makam Keputih, para pelanggar protokol kesehatan itu menginap di Liponsos Keputih untuk kemudian di pagi hari memberikan pelayanan sosial bagi ODGJ. Pukul 08.00 WIB mereka di swab, dan mereka yang hasilnya positif akan diisolasi, sedangkan yang hasilnya negatif dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Salah seorang pelanggar protokol kesehatan yang enggan disebut namanya, menceritakan bahwa setelah ia mengunjungi makam dan menyaksikan langsung proses pemakaman jenazah yang meninggal karena COVID-19, ia semakin menyadari bahwa COVID-19 itu ada dan mengaku akan berhati-hati ke depannya terutama untuk keluar rumah melebihi aturan jam malam yang diberlakukan selama PPKM Darurat.

“Sekarang jadi lebih sadar sama COVID-19 dan lebih berhati-hati untuk keluar rumah di masa PPKM seperti ini, karena ketat sekali penjagaannya. Kapok wes (sudah kapok),” ujarnya.

Ia pun menghimbau kepada warga Surabaya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker dobel, dan mematuhi aturan jam malam yang berlaku selama PPKM Darurat.

“Untuk semua masyarakat untuk lebih menaati protokol kesehatan salah satunya dengan menggunakan masker dobel,” pesannya.

Operasi patuh PPKM Darurat sendiri bertujuan untuk menertibkan warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan serta menertibkan warung makan, warung kopi, dan toko yang masih beroperasi melebihi pukul 20.00 WIB.

Mereka yang melanggar protokol kesehatan dan melanggar aturan jam malam saat PPKM Darurat langsung dimintai KTP untuk didata dan langsung dibawa menggunakan bus untuk dikumpulkan di Liponsos Keputih.

Eddy menjelaskan sanksi berupa ‘tour of duty’ ini dilakukan untuk memberikan pelajaran agar warga percaya bahwa COVID-19 itu ada dan sedang melanda Kota Surabaya maupun dunia.

Tidak hanya itu, lanjut Eddy, sanksi ini diberikan agar menimbulkan empati dan sense of crisis, sehingga warga Surabaya sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, tidak berkerumun, dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM Darurat merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kita berharap dengan ini mereka dan warga Surabaya lainnya sadar bahwa sangat penting untung menerapkan protokol kesehatan dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM Darurat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Ia menegaskan, bagi para pelanggar yang sudah menandatangani surat pernyataan, jika mereka kembali melakukan pelanggaran kedepannya akan mendapatkan sanksi yang lebih berat.

“Sanksi berikutnya adalah kerja sosial di Liponsos selama lima hari dan membantu pembuatan peti jenazah, jadi mereka tahu bahwa Pemkot bekerja secara maksimal untuk menangani korban COVID-19,” tegasnya.

Comments are closed.