Kontribusi Telkom Digitalisasi Indonesia: Desa, Pendidikan, hingga Pariwisata

Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter Stock

Setelah 56 tahun berdiri, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus berkembang untuk menjawab tantangan zaman. Mereka tak hanya menggarap sektor telekomunikasi. Sejak 2009, Telkom mengumumkan transformasi yang membawa mereka merambah ke bisnis digital.

Ekspansi Telkom didasari oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital. Potensi nilai ekonomi bisnis digital Indonesia sendiri dapat mencapai 124 miliar dolar AS pada 2025, menurut laporan Google.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, menjelaskan bahwa transformasi perusahaan ke ranah digital pada gilirannya dapat mendorong daya saing Indonesia dengan negara maju lainnya.

“Kami meyakini digitalisasi akan memberikan peluang yang sangat besar bagi bangsa ini untuk dapat meningkatkan daya saing secara cepat dan efisien di berbagai bidang, seperti ekonomi, edukasi, kesehatan, dan lainnya. Sehingga pada akhirnya, Indonesia akan dapat melompat atau leapfrog, untuk sejajar dengan negara maju dunia lainnya dalam waktu singkat,” kata Ririek.

Setelah 12 tahun transformasi tersebut diumumkan, Telkom telah membentuk sejumlah platform inkubasi dan pengembangan startup, seperti Indigo, Amoeba, The Next Dev, hingga Telkomsel Innovation Center. Mereka juga menjembatani startupstartup baru di Indonesia kepada investor melalui MDI Ventures dan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI).

Selain bikin platform untuk merangkul startup tahap awal dan mempertemukannya dengan para pendana, Telkom juga memiliki layanan digital mereka sendiri. Layanan digital mereka mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga pariwisata.

Telkom Indonesia Foto: telkom.co.id

PaDi UMKM

Sejak 2020 lalu, Telkom telah terlibat dalam pengembangan platform aplikasi e-commerce khusus pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah). Platform ini 100 persen karya anak bangsa dan pembentukannya diinisiasi oleh Kementerian BUMN. Telkom turut peran sebagai pengelola informasi terpusat dan layanan pemasaran business-to-business (B2B) di platform yang resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2020 ini.

PaDi UMKM lahir dengan tujuan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, dan menghubungkannya dengan pelanggan dari perusahaan-perusahaan BUMN. Tak hanya untuk memperluas pasar UMKM, PaDi UMKM berfungsi memonitor kontribusi BUMN terhadap UMKM di seluruh Indonesia. Platform ini juga berguna sebagai pusat data UMKM hingga tempat belanja BUMN.

Sejak awal dirilis, PaDi UMKM telah melayani sembilan BUMN dengan 58.000 lebih UMKM yang terdaftar. Telkom menyebut bahwa nilai transaksi e-commerce ini telah mencapai Rp 16 triliun sejak peluncurannya.

Agree

Tak hanya UMKM, Telkom juga memberdayakan para petani di Indonesia lewat layanan digital. Wujudnya bisa dilihat dari kemunculan Agree, platform digital yang menghubungkan seluruh stakeholder di sektor pertanian dari hulu ke hilir.

Ilustrasi petani. Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO

Melalui aplikasi yang diluncurkan pada Mei 2021 ini, para petani dapat melakukan pendaftaran kemitraan, pencatatan aktivitas budidaya, pengajuan modal, dan transaksi ke offtaker/pembeli grosir. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur budidaya, seperti cara budidaya, info cuaca, dan info harga.

Di awal peluncurannya, Agree telah mendapat 15 ribu pendaftar dan 1.000 mitra petani aktif di 30 sentra pertanian di Indonesia.

Pijar Mahir

Pada sektor pendidikan, Telkom memiliki layanan teknologi edukasi (education technology/edutech) bernama Pijar Mahir. Aplikasi ini dirilis pada Maret 2020 sebagai dukungan Telkom terhadap program Kartu Prakerja dari pemerintah.

Meski mereka mendeskripsikan diri sebagai edutech yang fokus pada pelatihan tersertifikasi untuk pendidikan vokasi dan profesi, Pijar Mahir juga menyediakan beragam sub-produk tingkat pelajaran yang berbeda bagi SD, SMP, SMA, kuliah, hingga profesional. Platform ini bisa digunakan semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan skill dan pengetahuan mereka agar sesuai dengan perkembangan zaman serta kebutuhan industri.

Wonderin.id

Pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang terpukul oleh pandemi COVID-19. Hal tersebut tidak menghambat Telkom untuk merilis Wonderin.id pada Mei 2021.

Wonderin.id merupakan platform travel digital untuk mendorong perkembangan ekosistem pariwisata dalam negeri. Tak hanya dapat mempermudah pemesanan paket wisata, platform travel ini juga menawarkan fitur exploration ground data systems (XGDS) yang dapat menghubungkan mitra pariwisata dan UMKM untuk memperluas pasar layanan dan produk mereka.

Ilustrasi pantai di Bali. Foto: Shutterstock

Wonderin.id kini telah memiliki lebih dari 1.000 mitra agen travel dan melayani 2 juta transaksi perjalanan wisata. Platform tersebut juga menghimpun lebih dari 3.000 tujuan wisata yang bisa dipilih penggunanya.

Telemedika

Selain pariwisata, Telkom juga masuk ke layanan kesehatan online lewat Telemedika. Aplikasi yang dirilis pada September 2020 itu memiliki sejumlah fitur yang memudahkan pengguna untuk konsultasi kesehatan selama di rumah saja, mulai dari video konsultasi, keleluasaan pengguna memilih dokter dan fasilitas kesehatan yang mereka inginkan, hingga penjadwalan konsultasi yang fleksibel.

Telemedika mengeklaim telah berafiliasi dengan 200 asuransi dan penjamin, serta 6.000 jaringan fasilitas kesehatan.

BigBox

Di samping layanan bagi pengguna akhir (end user), Telkom juga memperkuat layanan digital mereka bagi business-to-business (B2B) lewat BigBox. Layanan ini resmi dirilis pada Desember 2020, meski perusahaan mengatakan telah berkecimpung di dunia big data sejak 2010.

BigBox menawarkan platform dan analisis big data untuk menghasilkan pemahaman mendalam (insight) yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan bisnis perusahaan. Pada akhirnya, pemahaman data tersebut dapat mendukung dalam pengambilan keputusan, tata kelola, strategi dan kemajuan perusahaan.

Ilustrasi big data. Foto: Lukas Blazek via Unsplash

Selain itu, BigBox juga menghadirkan sebuah marketplace yang menyediakan berbagai API yang dapat membantu para developer dan startup membangun peluang bisnis dengan fokus pada time to market.

Logee

Telkom tak ketinggalan mendigitalisasi sektor logistik di Indonesia lewat Logee. Dengan layanan logistik digital ini, Telkom hendak menciptakan Platform Digital Logistik Nasional yang hendak menghubungkan perusahaan kargo dengan gudang penyimpanan dan pelabuhan di seluruh Indonesia.

Selain menyediakan layanan transportasi seperti itu, Logee juga punya dua sub-layanan lain, yang terdiri dari Logee Distribution dan Logee Control Tower. Kedua layanan itu dapat membantu distributor dan peritel untuk memeriksa inventori mereka, serta insight analitik agar perusahaan dapat memahami rantai pasokannya lebih baik lagi.

Comments are closed.