Komisi I: 33 Calon Dubes Sudah di Jakarta, Siap Fit and Proper Test 12-14 Juli

Komisi I DPR RI menggelar rapat dengan Dewas TVRI terkait penghentian sementara pemilihan Direktur Utama TVRI di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (25/2). Foto: Paulina Herasmarindar/kumparan

Komisi I DPR segera mengadakan fit and proper test atau uji kelayakan terhadap 33 calon dubes Indonesia pada 12-14 Juli mendatang.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan, bedasarkan informasi dari Kemlu, seluruh calon dubes sudah berada di Jakarta, termasuk yang datang dari luar negeri.

“Atas komunikasi juga dengan Kemlu bahwa keseluruhan calon dubes RI saat ini sudah siap dan berada di Jakarta, termasuk yang datang dari LN tengah menjalankan karantina,” kata Meutya, Selasa (6/7).

Meutya mengatakan, seluruh calon dubes wajib hadir secara fisik saat fit and proper test diadakan. Sebab, Komisi I ingin melihat secara langsung bagaimana para calon merespons setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya.

“Para calon dubes harus hadir fisik karena ini fit and proper test kita harus lihat bagaimana calon dubes itu bsa merespons, menjawab secara langsung terkait pertanyaan-pertanyaan yang nanti diajukan oleh bapak ibu anggota komisi I,” jelasnya.

Karena itu, ia memastikan pelaksanaan fit and proper test akan menerapkan protokol kesehatan ketat yakni jumlah anggota yang hadir dibatasi hingga rapat diadakan maksimal selama 2,5 jam.

“Komisi I akan melakukan penyesuaian baik dari sisi jumlah peserta rapat maupun juga waktu pelaksanaan rapat, serta juga layout penempatan duduk peserta rapat. Anggota dibatasi, 1 fraksi 1 orang beberapa fraksi yamg cukup besar untuk diwakilkan 2 orang. Waktunya kita batasi maksimal 2 jam setengah,” ujar Ketua DPP Golkar ini.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Meutya Hafid saat rapat kerja dengan Kemhan, TNI, Kemlu dan BNPB. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Dia menjelaskan, pelaksanaan fit and proper test harus segera dilakukan karena ada beberapa pos di kedutaan yang sudah kosong. Padahal, di tengah penanganan COVID-19, diplomasi dengan negara sahabat perlu dilakukan.

“Yang menjadi dasar meskipun kita dengan PPKM ketat adalah karena pentingnya kerja sama diplomasi luar negeri saat ini dalam rangka tentu melakukan diplomasi yang efektif untuk sama-sama menanggulangi COVID19,” ucapnya.

“Jadi posisi-posisi yang kosong ataupun kedutaan-kedutaan yang dubes nya sudah lewat masanya, perlu segera diisi. Karena itu tadi supaya dapat mendorong kerja sama di antara adalah kerja sama dalam menanggulangi COVID karena ada beberapa negara strategis yang pos-posnya sudah cukup lama kosong,” tandas Meutya.

Berikut 33 nama calon dubes yang akan mengikuti fit and proper test di komisi I DPR:

1. Ade Padmo Sarwono

Untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina, berkedudukan di Amman (KARIR)

2. Bebeb A.K. Djundjunan

Untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena (KARIR)

3. Tatang B.U. Razak

Untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota (KARIR)

4. Pribadi Sutiono

Untuk Republik Slowakia, berkedudukan di Bratislava (KARIR)

5. Siswo Pramono

Untuk Australia merangkap Republik Vanuatu, berkedudukan di Canberra (KARIR)

6. Triyogo Jatmiko

Untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda, berkedudukan di Dar Es Salaam (KARIR)

7. Heru Subolo

Untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal, berkedudukan di Dhaka (KARIR)

8. Okto Dorinus Manik

Untuk Republik Demokratik Timor-Leste, berkedudukan di Dili (KARIR)

9. Mayjen TNI Gina Yoginda

Untuk Republik Islam Afghanistan, berkedudukan di Kabul NON (KARIR)

10. Sunarko

Untuk Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum (KARIR)

11. Dewi Tobing

Untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo (KARIR)

12. Lena Maryana Mukti

Untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City (NON KARIR)

13. Ghafur Akbar Dharmaputra

Untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, dan Georgia, berkedudukan di Kyiv (KARIR)

14. Rudy Alfonso

Untuk Republik Portugal, berkedudukan di Lisabon (NON KARIR)

15. Muhammad Najib

Untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO) berkedudukan di Madrid (NON KARIR)

16. Ardi Hermawan

Untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama (KARIR)

17. Agus Widjojo

Untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau, berkedudukan di Manila (NON KARIR)

18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi

Untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi (KARIR)

19. Fadjroel Rachman

Untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Nur-Sultan (NON KARIR)

20. Daniel TS Simanjuntak

Untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO), berkedudukan di Ottawa (KARIR)

21. Mohamad Oemar

Untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), berkedudukan di Paris (KARIR)

22. Abdul Aziz

Untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC), berkedudukan di Riyadh (NON KARIR)

23. Muhammad Prakosa

Untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT), dan berkedudukan di Roma (NON KARIR)

24. Gandi Sulistiyanto Soeherman

Untuk Republik Korea, berkedudukan di Seoul (NON KARIR)

25. Zuhairi Misrawi

Untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis (NON KARIR)

26. Anita Lidya Luhulima

Untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa (KARIR)

27. Rosan Perkasa Roeslani

Untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington D.C. NON (KARIR)

28. Fientje Suebu

Untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, dan Kepulauan Cook dan Niue, berkedudukan di Wellington (KARIR)

29. Damos Dumoli Agusman

Untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) dan International Anti-Corruption Academy (IACA), berkedudukan di Wina (KARIR)

30. Suwartini Wirta

Untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb (KARIR)

31. Derry M.I. Amman

Untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of Southeast Asian Nation (ASEAN), berkedudukan di Jakarta (KARIR)

32. Arrmanatha Nasir

Untuk Perserikatan Bangsa Bangsa dan Organisasi-organisasi Internasional Lainnya, berkedudukan di New York (KARIR)

33. Febrian A. Ruddyard

Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan Organisasi-organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, berkedudukan di Jenewa

Comments are closed.