Koki di Semarang Ditangkap karena Pukul Teman Kencannya dengan Ulekan Batu

Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutterstock

Seorang koki di Kota Semarang ditangkap polisi lantaran menganiaya teman kencannya. Korban berinisial SP (39) dipukul menggunakan ulekan batu hingga mengalami pendarahan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu, 11 Mei 2022 sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu pelaku Boy Anantyasari (21) bertemu korban di kawasan Poncol untuk menggunakan jasa prostitusi yang ditawarkan korban.

“Pelaku bertemu di kawasan Poncol, kemudian terjadi kesepakatan untuk menggunakan jasa dan transaksi prostitusi, sepakat dengan harga Rp 300.000,” ujar Irwan kepada wartawan, Jumat (13/5).

Boy dan korban lantas menyewa kamar di sebuah hotel.

“Kemudian keduanya melakukan hubungan intim. Namun, pelaku mengambil ulekan batu (munthu) dan langsung dipukulkan ke arah korban bertubi-tubi sebanyak 9 kali pukulan,” jelas Irwan.

Korban dengan kepala penuh luka lantas menyelamatkan diri. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek di bagian kepala dan menerima 25 jahitan.

“Korban tanpa busana menyelamatkan diri ke bagian resepsionis. Saksi lalu mengantar korban ke RS Pantiwilasa untuk berobat. Sedangkan pelaku menyerahkan diri ke pos security sekitar dan diamankan oleh saksi,” kata Irwan.

Dalam kasus ini, petugas menyita beberapa barang bukti, yaitu satu buah ulekan batu, alat kontrasepsi, dan sarung bantal dengan bercak darah. Adapun motif kekerasan itu adalah Boy Anantyasari bermaksud menguasai harta korban.

Boy Anantyasari yang bekerja di salah satu rumah makan itu pun dijerat Pasal 365 KUHP Jo Pasal 53 KUHP atau Pasal 351 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan atau penganiayaan.

Comments are closed.