Kok, Bruno Fernandes Melempem Bersama Portugal di Euro 2020?

Pemain Portugal Bruno Fernandes berebut bola dengan pemain Jerman Mats Hummels pada pertandingan lanjutan Grup F Euro 2020 di Allianz Arena, Muenchen, Jerman. Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS

Bersama Manchester United, Bruno Fernandes menjadi sosok yang tak tergantikan. Aksinya di lini tengah amat penting untuk memulai serangan-serangan ‘Setan Merah’.

Fernandes mampu menciptakan 18 gol dan 12 assist dalam 37 penampilannya dengan MU di Liga Inggris. Catatan itu ditambah dengan rata-rata 2,6 umpan kunci yang ia lakukan per pertandingannya.

Dengan penampilan apik tersebut membuat nama Fernandes diperhitungkan untuk bersinar di Euro 2020. Apalagi, banyak yang memprediksi Fernandes akan menjadi ‘pelayan’ yang sepadan untuk megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo.

Sayangnya, prediksi tersebut meleset. Fernandes tampil tak sesuai ekspektasi sepanjang gelaran Euro 2020. Tak ada assist apalagi gol yang dibuat oleh pemain berusia 26 tahun itu.

Bahkan, di dua laga terakhir Portugal, Fernandes hanya masuk sebagai pemain pengganti. Fernandes cuma membuat rata-rata 1,5 umpan kunci dan 21,3 passing per laganya.

Pemain Portugal Bruno Fernandes berebut bola dengan pemain Jerman Mats Hummels pada pertandingan lanjutan Grup F Euro 2020 di Allianz Arena, Muenchen, Jerman. Foto: Alexander Hassenstein/Pool/REUTERS

Minimnya kontribusi Fernandes di Euro 2020 memunculkan kritik. Salah satu kritik datang dari pelatih asal Portugal, Jose Mourinho.

“Portugal harusnya bermain dengan 11 pemain. Bruno Fernandes berada di lapangan, namun tidak bermain,” ucap Mourinho dilansir TalkSport.

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab melempemnya Fernandes di pentas Euro 2020. Pertama adalah kebugaran. Ya, Fernandes hampir selalu bermain untuk MU di semua kompetisi yang dijalaninya.

Teranyar, Fernandes tampil saat MU bersua Villarreal di final Liga Europa pada akhir Mei lalu. Persiapan dan waktu istirahat yang minim membuat Fernandes tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya.

Pemain Portugal Bruno Fernandes beraksi dengan Neta Lavi Israel pada pertandingan Persahabatan Internasional di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Portugal – 9 Juni 2021. Foto: Pedro Nunes/REUTERS

Yang kedua adalah gaya bermain. Portugal yang lebih sering mengandalkan counter attack cepat berpusat pada kedua sisi. Hal ini yang membuat Diogo Jota atau Bernardo Silva lebih memiliki peran ketimbang Fernandes.

Portugal lebih mengandalkan pemain yang bertenaga di lini tengah. Oleh sebab itu, Renato Sanches, William Carvalho, dan Danilo Pereira yang kerap main sejak menit pertama.

****

Comments are closed.