Kisah Percintaan Iphis dan Ianthe yang Berawal dari Sebuah Kebohongan Besar

Salah satu kisah percintaan yang membahagiakan adalah kisah Iphis dan Ianthe. Foto. dok: Pixabay

Mitologi Yunani harus diakui menjadi salah satu hal yang menarik. Salah satu keunikan dari mitologi Yunani adalah banyaknya kisah percintaan yang membuat siapapun tertarik untuk mengikutinya.

Ada beragam kisah cinta yang luar biasa mulai dari yang tragis, sedih, sampai yang bahagia.

Salah satu kisah percintaan yang membahagiakan adalah kisah Iphis dan Ianthe. Kisah cinta ini sangat mencekam pada awalnya karena semuanya dimulai dari kebohongan plus Iphis memiliki kehidupan yang bisa berakhir kapanpun karena ayahnya yang kejam.

Takut akan nyawa putrinya, istri pria itu berpura-pura melahirkan seorang anak laki-laki. Foto. dok: Pixabay

Seperti apa kisahnya? Semua dimulai ketika ada seorang pria yang sangat menginginkan anak laki-laki sehingga dia mengancam akan membunuh setiap anak wanita yang dilahirkan istrinya.

Takut akan nyawa putrinya, istri pria itu berpura-pura melahirkan seorang anak laki-laki.

Dinamakan oleh ayahnya, Iphis dibesarkan sebagai anak laki-laki sepanjang hidupnya.

Ketika tiba saatnya bagi Iphis untuk menikah, ayahnya mengatur pernikahan dengan Ianthe. Percaya bahwa tunangannya adalah seorang pria, Ianthe jatuh cinta. Sebaliknya, Iphis juga jatuh cinta dengan calon pengantinya.

Dia berdoa agar situasinya bisa berubah karena kalau tidak berubah dan Ianthe tahu rahasia bahwa Iphis adalah seorang wanita, dia tentu akan kabur.

Ya, doa ibunya mengubah Iphis menjadi seorang laki-laki ketika dia mencapai altar. Foto. dok: Pixabay

Ibu Iphis, yang takut akan keselamatan putrinya, juga berdoa. Pada hari pernikahannya, Iphis membangunkan Ianthe. Namun dalam perjalanannya menyusuri lorong, dia mulai berubah.

Ya, doa ibunya mengubah Iphis menjadi seorang laki-laki ketika dia mencapai altar.

Keduanya kemudian menikmati pernikahan yang panjang dan bahagia ini! Kisah cinta ini menjadi salah satu yang tentu saja unik untuk diketahui.

Comments are closed.