Ketersediaan Shelter Isolasi OTG COVID-19 di Kota Yogyakarta Menipis

Ilustrasi corona. Foto: Tugu Jogja

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengakui ketersediaan shelter isolasi bagi pasien tanpa gejala (OTG) di Rusunawa Bener semakin menipis. Meski sebenarnya jumlahnya dinamis karena setiap hari yang masuk dan keluar selalu berubah, namun ketersediaan kamar sudah menipis.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sejak dioperasikan tahun lalu tingkat keterisian kamar isolasi pasien OTG di Shelter Rusunawa Bener cukup tinggi. Saat ini tinggal tersisa tiga unit, atau enam kamar saja di shelter yang dioperasikan sejak tahun lalu itu.

“Jumlah pasien di sana selalu berubah dalam waktu singkat. Terakhir, tersisa tiga unit,” ungkapnya, Senin (5/7/2021).

Rencananya, Pemkot akan berusaha memanfaatkan Rusunawa Gemawang sebagai unit karantina terpusat. Rusunawa Gemawang ini akan melayani pasien positif corona yang tempat tinggalnya tidak memadai untuk pelaksanaan isolasi mandiri pasien tersebut.

Pihaknya tengah menyiapkan shelter Gemawang tersebut dengan melaksanakan beberapa perbaikan dan penambahan fasilitas. Sesuai rencana, pada minggu ke tiga Juli, selter tersebut sudah bisa menampung pasien.

“Nanti, kalo sudah siap, akan kita pakai. Di sana bisa menampung 34 pasien,” ungkap Heroe.

Di samping itu, pihaknya kini juga tengah menyiapkan RS Pratama sebagai rumah sakit khusus COVID-19. Pasalnya tren penambahan jumlah pasien corona akan masih tinggi. Tentunya tempat tidur yang ada akan semakin menipis persediaannya karena okupansinya tinggi.

Menurutnya, saat ini bed ocupancy rate (BOR) di 7 RS rujukan di Kota Yogyakarta sudah menyentuh 85 persen IGD 86 persen non ICU, dan 97 persen untuk ICU. Upaya penambahan bed pun kini terus dilakukan mengingat lonjakan pasien covid19 terus terjadi.

“Kami memandang RS Pratama disiapkan jadi RS khusus COVID-19,” terang Heroe.

Comments are closed.