Kenapa Saat Proses Rekrutmen Pegawai Identik dengan Pakaian Hitam Putih?

Petugas memeriksa peserta tes SKD CPNS Kemenkumham di Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa

Kamu mungkin sering menjumpai orang dengan pakaian hitam putih ketika mengikuti proses rekrutmen di sebuah perusahaan. Atau barangkali kamu sendiri pernah mengalaminya, menggunakan atasan kemeja putih dan bawahan celana panjang atau rok hitam.

Lalu, kenapa saat proses rekrutmen pegawai atau karyawan baru identik dengan pakaian hitam putih? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Melambangkan Kesederhanaan

Suasana tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Universitas Dian Nuswantoro, Senin (10/2). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Baju hitam putih saat proses rekrutmen calon pegawai atau saat masuk perguruan tinggi dinilai sebagai simbol kesederhanaan. Dengan kemeja putih dan celana panjang atau rok hitam yang dikenakan, itu menunjukkan bahwa semua orang sama di mata perusahaan atau perguruan tinggi.

Keselarasan warna pakaian menjadi satu hal penting untuk menunjukkan bahwa tidak ada orang yang spesial atau berbeda saat proses rekrutmen.

Melambangkan Warna Kontras

Ilustrasi tes CPNS 2021. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Perbedaan pakaian, terutama warnanya, dinilai sangat tidak cocok ketika calon pegawai atau peserta yang tengah menghadapi ujian rekrutmen perusahaan. Hal itulah yang membuat pakaian hitam putih seolah menjadi pakaian formal ketika proses rekrutmen pegawai adi sebuah perusahaan.

Warna putih dan hitam dinilai sangat kontras. Warna yang kontras hitam putih inilah yang sangat cocok untuk membedakan mana karyawan dan mana calon karyawan atau karyawan baru. Namun, tidak semua lembaga atau perusahaan menerapkan aturan ini.

Melambangkan Integritas

Ilustrasi aturan tes CPNS 2021. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Selain kesederhanaan dan warnanya yang kontras, pakaian hitam putih ternyata juga melambangkan integritas. Itu menandakan bahwa integritas dan kejujuran haruslah dijunjung tinggi yang disimbolkan dengan warna putih. Sementara hitam melambangkan warna sebaliknya.

Meskipun demikian, pakaian hitam putih tidaklah selalu diterapkan oleh perusahaan maupun perguruan tinggi saat proses rekrutmen. Pun tidak ada aturan pakem atau UU yang mengatur hal tersebut. (fre)

Comments are closed.