Kemensetneg Gelar Rapat dengan PT TWC, Bahas Optimalisasi Pengelolaan TMII

Museum Telekomunikasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kementerian Sekretariat Negara bersama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) menggelar rapat internal dengan pegawai TMII. Rapat tersebut untuk membahas optimalisasi pengelolaan TMII.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Kemensetneg Setya Utama, Direktur PT TWC Edy Setijono, pegawai serta mantan direksi TMII sebagai wujud kolaborasi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk membangun komitmen bersama dalam pengelolaan TMII yang yang lebih.

Dalam sambutannya, Setya menegaskan bahwa per tanggal 1 Juli 2021 Kemensetneg secara resmi telah melakukan kerja sama pengelolaan TMII dengan PT TWC dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Kerja sama berdasarkan arahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

“Tanggal 1 Juli 2021 menandakan babak baru dimulainya pengelolaan TMII oleh PT TWC sekaligus menandai berakhirnya kerja direksi TMII yang lama. Terkait dengan status pegawai, sesuai dengan Perpres 19 Tahun 2021 masih dapat dipekerjakan kembali dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku pada BUMN,” ujar Setya dalam keterangannya, Jumat (2/7).

Tugu Api Pancasila di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Setya mengingatkan kepada pengelola TMII yang baru agar selalu profesional dan proper dalam mengelola TMII. Destinasi wisata seluas 146,7 hektar itu harus bisa dinikmati semua kalangan masyarakat dan bermanfaat bagi negara.

“Bahwa ke depan tentu saja PT TWC sudah memiliki konsep desain pengembangan TMII yang mengacu pada Perpres 19 Tahun 2021, utamanya dalam mentransformasi TMII sebagai kawasan terbaik untuk menikmati budaya dari beragam daerah di Indonesia, tetap berperan dalam melestarikan budaya bangsa, serta TMII bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan lebih bermanfaat bagi negara,” ucap Setya.

Setya berharap kepada PT TWC untuk bisa mengoptimalkan dan menjaga TMII yang diresmikan pada tanggal 20 April 1975, agar dapat memberikan manfaat bagi pelestarian budaya bangsa dan memperkokoh NKRI.

“Kita memilih PT TWC sebagai BUMN untuk mengelola TMII, bukan kepada korporasi swasta yang mungkin menjanjikan keuntungan lebih besar karena kita tidak berorientasi mengeruk keuntungan semata. Misi kita lebih kepada upaya menjaga dan tetap melestarikan budaya melalui pariwisata yang telah menjadi ‘trademark’-nya TMII,” kata dia.

Monumen Persahabatan Negara Non Blok di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sementara, Direktur Utama PT TWC Edy Setijono dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam membangun TMII lebih baik. Dirinya mengatakan bahwa membangun TMII memerlukan dukungan semua pihak agar menjadi kebanggaan bersama.

“Kami sampaikan kepada Kemensetneg, bahwa TMII harus dikembangkan secara gotong royong. TMII ini harus menjadi kebanggaan semua. Harus mampu meneruskan kepentingan nasional. Tentunya kami sangat berharap kita bisa segera bergerak bersama dan memilih format yang tepat agar cita-cita agar TMII sebagai instalasi budaya Indonesia bisa tercapai,” ucap Edy.

Edy mengajak para stakeholders TMII untuk mengembangkan pola kerja yang profesional melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dibuktikan dengan kinerja PT TWC yang melesat jauh setelah penerapan GCG dalam pola kerjanya.

“Dalam lima tahun kami mampu mengakselerasi sales perusahaan sebesar 300%. Karena ada komitmen, ada kesungguhan, ada suatu tahapan bahwa GCG ini perlu karena GCG ini pastinya akan memudahkan proses kerja kita. Tahapan jelas. Semua prosedur lebih jelas. Penerapan pola bekerja ini menjadi program utama untuk membuat sistem manajemen yang bagus,” pungkasnya.

Comments are closed.