Kemenkes: Warga Baiknya Jangan Menyetok Oksigen, Bila Sesak Segera ke RS

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi saat memberikan keterangan secara virtual. Foto: Kemenkes RI

Seiring tingginya kasus COVID-19 pasca Lebaran, keberadaan oksigen semakin menipis dan langka. Banyak warga isolasi mandiri yang butuh oksigen kesulitan mencari tabung baik isi ulangnya.

Menanggapi hal ini, juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tak menimbun oksigen. Kalau merasa sesak, ia meminta warga segera ke fasilitas layanan kesehatan (faskyankes).

“[Sebaiknya] tidak menyetok [oksigen] ya,” kata Nadia kepada kumparan, Minggu (4/7).

Nadia mengakui saat ini pasien COVID-19 mungkin akan sulit mendapatkan ruangan di faskes. Tetapi ia menyarankan penggunaan oksigen dengan pemantauan dokter atau fasyankes yang mengawasi.

Kalau memang kondisi sesak segera ke rumah sakit. Memang mungkin tidak ada ruangan, tetapi sebaiknya pengobatan dilakukan di bawah pengawasan dokter dan fasyankes.— Juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi

Harga oksigen saat ini, kalau pun ada, memang mencengangkan. Seperti yang dikatakan Joko (45) warga Depok, Jabar.

“Harganya bos, enggak kira-kira,” jawab dia lirih saat ditanya.

Kerabat Joko, seorang lansia, pedagang kaki lima di salah satu pasar di Depok membutuhkan oksigen. Tetapi harga tabung oksigen ukuran 1 meter saja yang biasanya hanya ratusan ribu kini jutaan rupiah.

Sejumlah agen oksigen di Yogyakarta kehabisan stok oksigen. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

“Mau ke rumah sakit penuh, full. Jadi isoman, cari oksigen karena sesak, tapi ya harganya ini enggak karu-karuan. Stok isi ulangnya juga mesti cari sana sini, banyak yang habis, atau juga antre, Ya Allah,” terang Joko.

Apa yang dialami Joko, juga dialami Rika (32) warga Kabupaten Bogor yang pontang panting mencari oksigen untuk ayahnya. Harga oksigen portabel ukuran 500 ml yang di harga normal hanya puluhan ribu, kini mencapai ratusan ribu rupiah.

Di sisi lain, Kemenkes telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) 11 obat bagi pasien COVID-19 agar tak ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga obat. Namun Nadia mengatakan belum ada wacana untuk menetapkan batas harga tertinggi baik untuk tabung maupun isi ulang oksigen.

“Sampai saat ini belum ya,” tandas dia.

Comments are closed.