Kemenkes Singapura Minta Warga Tak Bersepeda hingga Jogging Usai Disuntik Vaksin

Ilustrasi bersepeda. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Kementerian Kesehatan Singapura pada Rabu (7/7/2021) merilis anjuran pascavaksinasi teranyar.

Dalam anjuran tersebut individu yang baru disuntik vaksin, baik dosis pertama maupun kedua, diminta untuk tak melakukan olahraga berat. Beberapa aktivitas berat lainnya juga dianjurkan tak dilakukan.

“Aktivitas berat seperti renang, sepeda, lari, harus dihindari selama sepekan setelah menerima dosis pertama atau dosis kedua vaksin,” ucap Kemenkes Singapura seperti dikutip dari Channel News Asia.

“Jogging, angkat beban, olahraga kompetitif, pendidikan jasmani termasuk olahraga raket, juga harus dihindari,” sambung mereka.

Ilustrasi lari jogging. Foto: Pixabay

Adapun olahraga aman sesudah vaksin antara lain peregangan, berdiri saat kerja, jalan santai, dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Menurut Kemenkes Singapura, anjuran dibuat karena ada risiko kecil miokarditis (peradangan pada otot jantung) dan perikarditis (iritasi dan peradangan pada lapisan yang melapisi jantung) yang mungkin muncul akibat pekerjaan dan olahraga berat usai vaksin COVID-19 mRNa.

Pada Senin lalu, Kemenkes Singapura tengah menginvestigasi kasus remaja 16 tahun yang tiba-tiba menderita serangan jantung. Kejadian itu menimpa remaja tersebut enam hari usai vaksin dosis satu.

“Remaja itu dirawat di rumah sakit setelah dia pingsan di rumah pada pagi hari setelah angkat besi di gym,” kata Kemenkes.

“Remaja itu kemudian dirawat di RS Universitas Nasional (NUH), di sana dia berada kondisi kritis di dalam ICU,” sambung mereka.

Comments are closed.