Kemenkes: RS Mana pun pada Kondisi Emergency Tak Akan Tolak Penanganan Corona

Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). Foto: Novrian Arbi/Antara

Kemenkes memastikan penanganan pasien corona akan selalu diterima pihak rumah sakit maupun faskes lainnya. Pasien corona, khususnya yang bergejala sedang hingga berat, harus segera mendapat penanganan secara serius oleh nakes.

“Pada keadaan emergency, RS mana pun, termasuk RS swasta tidak akan menolak (dalam) memberikan penanganan,” tegas jubir Kemenkes dr Nadia Tarmizi saat dikonfirmasi, Minggu (4/7).

Ia pun meminta pasien corona untuk segera ke rumah sakit atau faskes terdekat jika memang kondisi kesehatan saat isolasi mandiri semakin buruk.

“Masyarakat penting untuk segera ke RS untuk mendapatkan penanganan kalau saat isolasi kondisi semakin tidak baik,” imbaunya.

Pernyataan Nadia ini mempertegas bahwa faskes di Indonesia saat ini tidak kolaps dalam menghadapi lonjakan kasus corona. Namun menurutnya, faskes memang penuh karena banyaknya pasien yang datang.

“Kalau dikatakan kolaps tidak betul, tapi kalau faskes overload betul. Ini karena jumlah pasien sangat banyak yang datang pada waktu yang bersamaan,” ujarnya.

Orang-orang beristirahat di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Nadia memastikan Kemenkes sudah menginstruksikan pemda untuk menambah bed occupancy rate (BOR), termasuk menambah kapasitas dari rumah sakit swasta dan mengalihkan gedung-gedung pemerintah menjadi tempat isolasi.

“Faskes yang ada tidak akan mampu kalau tidak ditambah penambahan tempat perawatan RS oleh pemda, dan juga kalau pasien sangat banyak dan datang pada waktu bersamaan ini akan sangat sulit bagi nakes,” imbuhnya.

Jubir vaksinasi perwakilan Kemenkes, dr. Siti Nadia. Foto: Satgas COVID-19

Sementara kepada masyarakat yang terinfeksi corona tanpa gejala maupun gejala ringan, Nadia mengimbau untuk tetap tenang dalam menjalani isolasi mandiri di rumah. Jika kondisi makin tak membaik, ia menyarankan untuk segera dirawat di faskes.

“Merekomendasi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala untuk isolasi mandiri di rumah tetapi yang gejala sedang (saturasi<90%, ada komorbid tidak terkontrol) untuk segera ke faskes supaya tidak terlambat penanganannya,” imbau Nadia.

Orang-orang beristirahat di ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

laporan kelompok pemerhati perkembangan COVID-19 di Indonesia, LaporCovid-19 menyatakan faskes di Indonesia saat ini kolaps. Pasalnya, banyak kasus pasien corona meninggal saat isolasi mandiri karena tak bisa dirujuk ke rumah sakit.

Dari hasil penelusuran tim LaporCovid-19 di Twitter, berita online, dan laporan langsung dari warga, ada 265 pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Mereka meninggal saat berupaya mencari perawatan di faskes. Kematian tersebut tercatat terjadi pada kurun waktu Bulan Juni hingga Juli 2021.

Comments are closed.