Kembali Terjadi, 3 Warga Kabupaten Tegal Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Petugas PMI Kabupaten Tegal mengevakuasi salah satu jenazah yang meninggal saat isolasi mandiri. (Foto: Dok. PMI)

TEGAL – Peristiwa meninggalnya warga saat isolasi mandiri (isoman) kembali terjadi di Kabupaten Tegal. Kali ini bahkan ada 3 warga di Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal meninggal saat menjalani isoman, Jumat (2/7/2021).

Ketiga jenazah tersebut kini telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Soesilo Slawi oleh petugas dari PMI Kabupaten Tegal.

Relawan PMI Kabupaten Tegal, Ramedhon, mengatakan pihaknya awalnya mendapatkan laporan dari RSUD dr Soesilo Slawi. Mereka meminta untuk mengevakuasi warga di wilayah Dukuhwaru yang meninggal.

“Kami mendapatkan informasi sekitar pukul 08.45 WIB dan langsung ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah,” katanya.

Identitas ketiga jenazah itu di antaranya, perempuan berinisial M (52) asal Desa Kabunan, laki laki berinisial T (48) asal Desa Kabunan, dan perempuan berinisial S asal Desa Pedagangan. Ketiganya diketahui menjalani isolasi mandiri di rumah sendirian.

“Data yang masuk ke kami, dari 3 jenazah ini yang hasil PCR-nya belum keluar yakni inisial T. Kalau yang dua jenazah lainnya statusnya positif COVID-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Tegal, Sarmanah Adi Muraeny membenarkan jika saat ini kasus kematian warga yang tengah menjalani isolasi mandiri kerap terjadi.

Terkait hal itu, ia pun mengungkapkan jika saat ini banyak warga yang menjalani isoman tidak bergejala atau dengan gejala ringan cepat sekali berubah menjadi gejala berat atau kritis.

“Sehingga mempengaruhi juga pasien yang harus dirawat menjadi meningkat dan rumah sakit tentu saja kewalahan,” bebernya.

Guna mengantisipasi hal itu, Sarmanah menegaskan Pemkab Tegal sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat di beberapa Puskesmas. Terutama untuk pemantauan yang bergejala ringan dan tanpa gejala. Tempat isolasi terpusat ini untuk pasien yang tidak memungkinkan isoman di rumah.

“Puskesmas yang sudah siap di antaranya Puskesmas lama di Penusupan, Tarub, Puskesmas Balapung masih persiapan, Bumijawa dan Pagiyanten,” ujarnya.

Varian Delta

Terkait dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tegal yang begitu cepat, ia pun menduga bahwa COVID-19 varian Delta sudah masuk ke Kabupaten Tegal.

Untuk memastikannya, pihaknya juga sudah mengirimkan sempel swab dari sejumlah pasien ke Universitas Gajah Mada (UGM) untuk diteliti.

“Varian Delta kemungkinan sudah masuk. Kita sudah kirim sampel namun sampai sekarang belum ada hasilnya,” pungkasnya. (*)

Comments are closed.