Kehabisan Dosis, Beberapa Kota di Filipina Hentikan Vaksinasi COVID-19

Seorang petugas kesehatan menerima vaksin corona Sinovac di Lung Center of the Philippines, Quezon City, Metro Manila, Filipina. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Beberapa kota di Filipina memutuskan menghentikan vaksinasi COVID-19 massal dosis pertama. Langkah itu diambil karena dosis vaksin habis.

Salah satu kota yang menghentikan vaksinasi adalah Makati City. Kota tersebut merupakan rumah bagi distrik finansial utama di Filipina.

Otoritas daerah setempat menyebut, untuk Selasa (6/7/2021) tak ada jadwal vaksinasi massal. Makati City sekarang sedang menggelar vaksinasi massal dosis satu untuk pekerja garis depan.

Pekerja dalam jas hazmat mendisinfeksi kotak vaksin CoronaVac Sinovac Biotech melawan penyakit coronavirus (COVID-19) setelah menurunkannya dari pesawat militer China di Pangkalan Udara Villamor di Pasay, Metro Manila, Filipina (28/2). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Selain itu, otoritas daerah Makati City di Filipina menutup pusat vaksinasi di mal dan sekolah-sekolah, demikian dikutip dari Bloomberg.

Langkah penghentian vaksinasi massal dilakukan pula oleh kota Paranaque, Caloocan dan Valenzuela. Mereka kini menunggu pasokan dosis dari Pemerintah pusat.

Sementara itu, di kota Malabon dan Muntinlupa pusat vaksinasi tak akan lagi menerima kunjungan langsung.

Jubir Kepresidenan Filipina, Harry Roque, meminta warga tak usah panik. Dalam waktu dekat vaksin dari luar negeri tiba di Filipina.

“Pekan ini Filipina menerima satu juta dosis vaksin AstraZeneca dari Jepang, dan 170 ribu dosis vaksin Sputnik V yang dipesan dari Rusia,” kata Roque.

Sampai saat ini vaksinasi Filipina masih jauh dari target. Baru 2,87 persen warga Filipina yang sudah menerima dosis penuh vaksin corona. Jumlah itu kurang dari tiga persen keseluruhan populasi Filipina.

Comments are closed.