Kegiatan Bermain dalam Mengembangkan Kemampuan Self-Efficacy Anak Usia Dini

Ilustrasi anak membaca buku di mobil. Foto: Shutter StockKemampuan Self-efficacy penting untuk mencapai kesuksesan. Semakin kuat daya juang seseorang membantu pencapaian kesuksesan yang luar biasa setelah dewasa. Self-efficacy juga membantu pembentukan karakter dan kepribadian yang bagus pada individu.
Self-efficacy membuat individu kuat menghadapi semua rintangan dan menyelesaikan permasalahan yang ia hadapi dalam mengejar kesuksesannya.

Sudah Tahukah Anda Kemampuan Self-efficacy?

Self-efficacy merupakan komponen yang paling fundamental bagi individu. Kemampuan self-efficacy yang juga membantu kesehatan mental yang diperlukan oleh setiap orang. Bandura 1977 mengatakan bahwa kemampuan self-efficacy merupakan kemampuan individu dalam mengoptimalkan kemampuan diri sendiri untuk mencapai kesuksesan dan memiliki kemampuan problem solving yang tinggi.

Namun sangat disayangkan bahwa, permasalahan saat ini adalah kemampuan self-efficacy diabaikan oleh orang tua dan guru-guru PAUD di sekolah. Hal ini merupakan hal yang sangat disayangkan dan merugikan anak, sebab inilah yang akan membantu anak untuk berhasil dalam hidupnya, berhasil dalam mencapai cita-cita dan self-efficacy juga membantu anak memiliki prestasi akademik yang bagus.

Usia dini merupakan momen yang paling tepat untuk mengembangkan, membentuk dan menstimulasi perkembangan kemampuan self-efficacy anak. Jadi, diharapkan untuk orang tua dan guru tidak hanya fokus dalam mengembangkan kognitifnya saja, membaca, menulis atau berhitung. Ketika mengembangkan kemampuan Self-efficacy sejak dini secara tidak langsung akan membantu memberikan stimulasi pad kemampuan kognitif anak, mental yang sehat, peningkatan prestasi akademik, bahasa, dan komunikasi serta kemampuan sosial anak.

Banyak cara, metode dan pendekatan yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua di rumah untuk mengembangkan kemampuan self-efficacy anak sejak dini. Hal yang simpel dan menarik adalah hal yang menjadi perhatian utama orangtua dan guru. Salah satu karakteristik belajar anak usia dini adalah bermain seraya belajar, dan dunia bermain merupakan hal yang menjadi krusial untuk anak usia dini menurut Vigosky. Dalam kegiatan bermain anak mampu untuk mempelajari segala sesuatu yang ada di lingkungan dan memberikan stimulasi kepada seluruh aspek kecerdasan dasar anak.

Kegiatan bermain yang disesuaikan dengan minat dan keinginan anak akan memberikan efek positif pada anak. Pada pengembangan Self-efficacy pada anak usia dini dapat dilakukan dengan kegiatan bermain. Bermain yang dimaksud adalah permainan yang dilakukan dan dirancang dengan memasukkan misi-misi kecil dalan setiap bermain, ada rintangannya dan ata tujuan yang harus dituntaskan oleh anak. Bermain yang seperti inilah yang memberikan manfaat kepada anak untuk mengembangkan kemampuan self-efficacy untuk anak sejak dini.

Poin Penting Apa yang Harus Dilakukan?

Rancanglah permainan yang semenarik mungkin dan senyaman mungkin agar anak bisa dengan sukarela mengikuti kegiatan bermain tersebut sampai selesai. Kegiatan-kegiatan sederhana dirumah juga dapat dimokifikasi oleh orang tua, sehingga kegiatan bersama dirumah lebih edukatif di samping itu juga akan meningkatkan kualitas emosional anak dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Kesimpulannya adalah di mana orang tua dan guru perlu memiliki wawasan lebih luas lagi untuk memberikan stimulasi dalam mengembangkan kemampuan anak secara keseluruhan dengan optimal. Ada hal yang harus diprioritaskan dan menjadi perhatian orang tua dan guru seperti salah satunya adalah kemampuanSelf-efficacy yang harus diberikan stimulus sejak dini. Semakin bagus kemampuan self-efficacy anak sejak dini maka akan memberikan efek positif terhadap seluruh kemampuan anak terutama kesehatan mental, sosial emosional, akademik, dan kognitif serta komunikasinya.

Comments are closed.