Kawasan Puncak Ditutup saat PPKM Darurat, Surat Antigen dan PCR Tak Berlaku Lagi

Suasana di Puncak saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Kawasan Puncak dan lokasi wisata lainnya di Kabupaten Bogor akan ditutup total bagi wisatawan selama PPKM darurat hingga 20 Juli mendatang.

Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor akan memutarbalikkan seluruh kendaraan pelat luar kota meski mereka membawa surat rapid antigen, swab PCR, hingga vaksinasi.

“Kita tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bogor melakukan penyekatan di Gadog, di jalan alternatif menuju Puncak di bendungan, kita lakukan memploting anggota untuk pelat nomor B yang dari Jakarta menuju Cisarua kita putar balik terkecuali dia warga Cisarua Bogor,” kata┬áKepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Rhama Kodara, Rabu (7/7).

Rhama menjelaskan, penyekatan PPKM darurat kali ini berbeda penyekatan sebelumnya yang memperbolehkan wisatawan yang membawa surat rapid antigen, swab PCR, dan vaksinasi.

Kali ini, seluruh kendaraan luar kota diputarbalikkan kecuali warga ber-KTP Kecamatan Cisarua Puncak dan kendaraan yang diprioritaskan seperti ambulans, Damkar dan kendaraan distribusi makanan.

“Sekarang tidak berlaku tetap di putar balik semua mau bawa rapid antigen atau swab, kecuali warga Kabupaten Bogor warga sini Cisarua,” kata Rhama.

Rhama menambahkan, mereka juga tidak akan mengizinkan para wisatawan menginap di hotel di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau mau menginap tidak bisa tetap diputar balik,” jelasnya.

Suasana di Puncak saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa

Rhama mengatakan, kini volume kendaraan yang menuju Puncak Bogor berkurang 80 persen jika dibandingkan sebelum penerapan PPKM darurat.

“Untuk kendaraan memang sepi ya di lihat dari jalur sepi tidak seperti biasanya. Jadi memang 80 persen turunnya kendaraan yang menuju Puncak,”

Tercatat sejak Sabtu sudah lebih dari 150 kendaraan diputar balik. “Kita melaksanakan sampai tanggal 20 PPKM Darurat tidak hanya Sabtu Minggu saja, kita lanjut terus,” jelasnya.

Polres Bogor Gelar Operasi Yustisi selama PPKM darurat

Sementara Polres Bogor melakukan operasi gabungan penyekatan di 12 titik. Penyekatan dibagi di tiga ring daerah perbatasan kota dan kabupaten, tempat pariwisata dan penyekatan di terminal dan stasiun. Lalu ada tindakan tegas melalui kegiatan operasi yustisi gabungan.

“Kami lakukan dengan sistem kerja tim, bekerja sama dengan Polres dan Polsek yang berbatasan dan berdampingan dengan wilayah Kabupaten Bogor,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun.

“Seperti wilayah Dramaga kami kerja sama dengan Kapolresta Bogor, kita sepakat akan lakukan operasi yustisi gabungan. Begitu juga dengan wilayah-wilayah yang berdampingan dengan daerah lain seperti Sukaraja, Parung Panjang, Gunung Putri, Cileungsi, Bojong Gede dan lainnya untuk kerja tim melakukan penyekatan,” tambah dia.

Kapolres Bogor AKBP Harun. Foto: Dok. Istimewa

Sedangkan terkait penindakan melalui operasi yustisi, Harun mengatakan akan ada sidang di tempat bagi para pelanggar aturan PPKM darurat mengacu Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Dalam Pasal 34, ancaman mereka yang melanggar protokol kesehatan diancam kurungan minimal 3 bulan dan minimal denda Rp 5 juta maksimal Rp 50 juta berlaku bagi warung dan restoran. Lalu masyarakat yang tidak memakai masker akan dikenakan tindak pidana ringan.

Comments are closed.