Kasus COVID-19 Melonjak, Permintaan Multivitamin Buatan Phapros Naik 150 Persen

Ilustrasi PT Phapros Tbk Foto: Dok. PT Phapros

Melonjaknya kasus COVID-19 membuat permintaan multivitamin naik tajam. Salah satunya permintaan ke PT Phapros Tbk (PEHA) yang naik di atas 150 persen dibandingkan periode Januari-Mei 2021.

Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko mengatakan, salah satu multivitamin yang banyak dicari adalah becefort. Produk lainnya dari anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah geriavita, vitamin c, pehavit D3, dan nasal spray untuk menghilangkan bakteri di hidung.

“Tantangan kami terkait produksi seperti multivitamin seperti becefort untuk ketersediaan di pasar, terus terang di Juni lonjakannya luar biasa hampir di atas 150 persen dari rata-rata antara Januari dan Mei,” katanya dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI, Rabu (7/7).

Petugas pemakaman beristirahat usai memakamkan sejumlah jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta. Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Dengan naiknya permintaan multivitamin, perusahaan akan pasok 14 juta tablet bulan depan. Produk-produk yang dimiliki Phapros lebih banyak bersifat pengobatan dan pencegah virus COVID-19.

Selain multivitamin, perusahaan juga memproduksi obat untuk gejala ringan seperti ibuprofen dan paracetamol, untuk gejala sedang ada kortikosteroid dan vitamin c. Vitamin c ini juga bisa digunakan untuk pasien gejala berat.

Perusahaan juga memproduksi obat-obatan herbal seperti kaloba. Lalu ada antiviral seperti molnupiravir. Phapros juga tengah menyelesaikan formulasi untuk pengembangan produk D3 5000. Diharapkan akhir tahun ini dapat selesai dan mulai diproduksi.

“Jadi sekarang kami masih fokus yang D3 1000 untuk terus kami maksimalkan,” kata Hadi.

Comments are closed.