Kasus COVID-19 Melonjak, Pemkot Surabaya Tutup Taman dan Hutan Kota

Taman Apsari, salah satu taman di Surabaya yang ditutup oleh Pemkot karena lonjakan COVID-19. Foto: Masruroh/Basra

Kasus COVID-19 terus melonjak di Surabaya. Ini mendorong Pemkot Surabaya menutup sementara tempat wisata, termasuk semua taman di Kota Pahlawan.

Ada sejumlah wahana wisata yang ditutup sementara oleh Pemkot Surabaya, salah satunya taman-taman se-Surabaya, Taman Hutan Raya (Tahura) dan juga Kebun Raya Mangrove (KRM).

“Meskipun berat, keputusan (penutupan) ini harus saya ambil karena demi menyelamatkan warga Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (1/7).

Eri lantas menuturkan, adanya COVID-19 dengan Varian Delta membuat penularan virus ini sangat cepat dan penyebarannya kian luas. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah varian baru ini tidak memandang usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua diserang semuanya.

“Makanya saya harus menyelamatkan warga,” tukasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Anna Fajriatin memastikan semua taman di Kota Surabaya sudah ditutup sejak beberapa waktu lalu. Sebab, lonjakan kasus COVID-19 di Surabaya semakin mengkhawatirkan.

“Jadi semua taman se-Surabaya kami tutup sementara sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Nanti kami evaluasi lagi,” kata Anna.

Sebelumnya, kata dia, ada sekitar delapan taman yang dibuka pada saat pandemi. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan pengunjung, waktunya pun sangat singkat. Namun, karena kondisi COVID-19 di Surabaya semakin mengkhawatirkan, dan demi menindaklanjuti surat edaran dari Wali Kota Surabaya, akhirnya saat ini semua taman di Surabaya ditutup sementara.

“Mohon maaf kepada warga Surabaya, ini demi keamanan dan kesehatan bersama. Mari kita berdoa supaya COVID-19 ini cepat selesai,” ujarnya.

Adapun Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Yuniarto Herlambang mengungkapkan penutupan sementara Tahura dan Kebun Raya Mangrove itu sudah dilakukan sejak awal pekan ini. Sebanyak 12 tahura dan 3 KRM sudah tidak beroperasi demi menekan penyebaran COVID-19.

“Sebenarnya, Tahura dan Kebun Raya Mangrove ini sempat beroperasi di awal tahun ini, bahkan antusiasme pengunjung juga tinggi. Namun, karena COVID-19 semakin meningkat, kami tidak ada pilihan lain selain menutup Tahura dan Kebun Raya Mangrove ini,” jelasnya.

Herlambang juga memastikan bahwa sebelum melakukan penutupan, DKPP sudah memberikan sosialisasi, baik melalui media sosial (medsos) maupun memasang spanduk di depan Tahura dan Kebun Raya Mangrove itu.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Jatim, per 30 Juni 2021 terdapat 75 kasus baru COVID-19. Angka ini bertambah dari sehari sebelumnya yang ada 70 kasus baru COVID-19. Secara kumulatif tercatat 25.397 kasus COVID-19 di Surabaya. Angka kesembuhan secara kumulatif ada 23.381 orang. Sedangkan yang meninggal karena COVID-19 secara kumulatif tercatat 1.399 orang.

Comments are closed.