Kasus COVID-19 di Sulawesi Utara Tunjukan Gejala Varian Baru Virus Corona

Ilustrasi virus Corona. Foto: Shutter Stock

MANADO – Pertambahan kasus COVID-19 di Sulawesi Utara yang kembali meningkat drastis, ternyata memunculkan kecurigaan jika hal tersebut disebabkan oleh varian baru virus corona yang masuk dalam kategori Variant of Concern, dalam hal ini adalah varian Alfa, varian Beta, varian Delta dan varian Kappa.

Walaupun belum dipastikan jika meningkatnya kasus COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) akibat telah masuknya variant of concern tersebut, namun kecenderungan hal tersebut sangat kuat, jika melihat kecepatan transmisi yang terjadi di Sangihe, Tomohon, Manado dan Kota Bitung.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel, menyebutkan jika saat ini, tengah dilakukan pemeriksaan genomik sequencing oleh Pusat Litbangkes Kemenkes RI atas sampel yang dikirimkan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pencegahan Penyakit Manado.

“Saat ini masih sementara diperiksa, tapi belum ada hasil yang disampaikan ke kami,” kata Dandel.

Namun demikian, Dandel menyebutkan jika melihat kecepatan transmisi beberapa klaster yang terjadi saat ini, telah ada kecurigaan jika pertambahan COVID-19 saat ini di Sulut, memang menyerupai variant of concern tersebut.

“Kami masih menunggu hasil untuk memastikannya,” tutur Dandel.

Sekadar diinformasikan, Kasus COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) kembali memburuk. Sabtu (3/7) hari ini, ada 143 kasus baru yang diumumkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut.

Data epidemologi yang dirilis oleh Satgas, menjelaskan jika lonjakan mulai terjadi pascalibur hari raya, di mana kasus harian menjadi 15 kasus per hari, dari sebelumnya hanya lima kasus saja. Artinya, kenaikan mencapai 200 persen.

manadobacirita

Comments are closed.