Kasus Baru Terus Bertambah, Asrama BKPSDM Banggai Disiapkan Jadi RS Darurat

Asrama BKPSDM Kabupaten Banggai di Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Sulteng yang rencana dijadikan rumah sakit daruat bila ruang perawatan pasien COVID-19 di RSUD Luwuk penuh. [Foto: Alisan/Palu Poso]

Kasus baru COVID-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih bertambah signfikan.

Sehingga, membuat kabupaten di ujung timur wilayah Provinsi Sulteng itu yang terdiri dari 23 kecamatan, 5 kecamatan di antaranya masuk zona merah dan 10 kecamatan zona kuning. Sisanya berada di zona hijau.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam menerangkan, per 2 Juli 2021 terdapat 22 kasus baru COVID-19. Seluruh pasien baru itu, memilih menjalani isolasi mandiri. Dengan pertambahan 22 kasus baru itu, maka secara kumulatif menjadi 1.487 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Banggai, sejak awal pandemi merebak.

Selain peningkatan kasus baru yang signifikan, terdapat 1 pasien COVID-19 meninggal dunia. Sehingga, total warga Kabupaten Banggai yang meninggal dunia akibat pandemi sebanyak 48 orang. “Ada 6 kasus sembuh,” ujar Nurmasita.

Hingga Jumat sore masih terdapat 11 pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk. Menurut Nurmasita, apabila pasien yang harus dirawat melonjak, asrama BKPSDM Kabupaten Banggai di Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan akan digunakan seperti tahun 2020 lalu.

“Asrama BKPSDM sudah siap seandainya rumah sakit full untuk perawatan COVID-19,” ujarnya.

Meski kasus baru terus bermunculan, penerapan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker masih dilanggar. Saat Polres Banggai, Kodim 1308 Luwuk-Banggai, dan Satpol PP melaksanakan Operasi Yustisi pada Kamis (1/7) sore, masih ditemukan ratusan pengendara yang tak menggunakan masker saat melintas di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Luwuk.

“Total sebanyak 128 orang. Mereka yang terjaring rata-rata karena tidak memakai masker, dengan alasan lupa,” kata Kasubbag Humas Polres Banggai Iptu Haryadi.

Ratusan pelanggar prokes ini kemudian diberikan sanksi berupa teguran tetulis sebanyak 34 orang, teguran lisan 55 orang dan sanksi sosial berupa pungut sampah sebanyak 34 orang.

“Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes dapat berdampak pada kasus COVID-19,” kata Iptu Haryadi.

Comments are closed.