Karier Moncer Kombes Hengki Haryadi

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi usai sertijab di Polda Metro Jaya, Jumat (13/5/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Polisi yang memiliki rekam jejak memberantas premanisme tersebut telah resmi menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Namanya Kombes (Pol) Hengki Haryadi.

Setelah prosesi serah terima jabatan (Sertijab) di Gedung Promoter Polda Metro Jaya pada Jumat (13/5), Hengki bahkan langsung menegaskan lagi visi dan misinya menumpas premanisme di ibu kota.

“Jakarta bebas premanisme,” kata Hengki kepada wartawan.

Jabatan teranyar Hengki ini menggantikan Brigjen Pol Tubagus Ade Hidayat. Rotasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan Nomor ST/747/IV/KEP/2022 tertanggal 13 April 2022.

Pemberantasan premanisme bukan hal yang baru bagi lulusan Akpol 1996 ini. Hengki saat masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat membentuk Tim Pemburu Preman Jakarta Barat.

Tim elite untuk menangkap preman dan pelaku kriminal lainnya itu bahkan dilatih oleh Tim Tactical Densus 88 di Lemdiklat Reskrim, Megamendung, Jawa Barat.

Aksi pemberantasan premanisme yang paling mencolok saat menangkap 23 preman yang menguasai lahan di Kalideres, Jakarta Barat, pada November 2018. Mereka merupakan kelompok Rosario Marshal alias Hercules.

“Bukan hanya lahan kosong, satu areal milik PT. Nila ada ruko dan kantor pemasaran, juga diduduki. Penghuni diusir kecuali mau membayar jatah preman per bulan Rp 500 ribu. Baru mereka bisa menjalankan usahanya. Lahan ini direbut oleh kelompok preman yang mengaku dari kelompok Hercules,” tutur Hengky kala itu.

Tidak hanya kepada anak buahnya saja, jajaran Polres Metro Jakarta Barat di bawah Hengki Haryadi juga menangkap sang pimpinan, Hercules.

Saat itu Hengki bahkan berani memastikan hukuman bagi Hercules lebih berat karena merupakan residivis.

“Hercules sudah berulang kali melakukan aksi premanisme, beberapa tahun yang lalu juga kita lakukan penangkapan di sini, sekarang kita tangkap lagi. Jadi dalam teorinya, tindakan residivis. Oleh karenanya tentunya hukumannya akan berbeda nanti,” kata Hengki.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi. Foto: Humas Polda Metro Jakarta Pusat

Sebelum itu, jejak karier Hengki memang terbilang moncer. Hengki merupakan lulusan Akpol angkatan 1996. Jabatan sebagai pimpinan ia rasakan pertama kali sebagai Kasat Lantas Polres Manatuto pada 1998.

Perwira menengah Polri kelahiran 16 Oktober 1974 itu juga berpengalaman di bidang reserse kriminal. Ia pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Tulangbawang pada 2004, Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung pada 2006, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat pada 2011, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2012.

Lalu, Kapolres KP3 Tanjungpriok (2014), Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016), Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri (2017), Kapolres Metro Jakarta Barat (2017), Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri pada 2017, dan Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri pada 2019.

Suasana kerja di Polda Metro Jaya juga pernah Hengki rasakan pada 2010 sebagai Kasubbag Kermalat Bagbinlat Ro Ops Polda Metro Jaya. Serta pada 2016 sebagai Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya pada 2016. Kini dia kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Dirreskrimum.

Comments are closed.