Kantor Wali Kota Jaksel Jadi Tempat Isolasi OTG Corona, Berkapasitas 250 Orang

Ruang serba guna di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan disulap menjadi ruang isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala di Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Foto: Sudin Kominfotik Jakarta Selatan/Antara

Jumlah tempat isolasi dan perawatan pasien corona di DKI Jakarta terus ditambah. Termasuk memanfaatkan gedung-gedung pemda.

Salah satunya yang diupayakan Pemkot Jakarta Selatan dengan menjadikan ruang di gedung Kantor Wali Kota sebagai tempat isolasi pasien OTG corona.

Penyediaan tempat isolasi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini sebagai bentuk antisipasi kondisi rumah sakit dan fasilitas lainnya yang penuh saat hari pertama PPKM Darurat.

“Daya tampung ruang isolasi di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan itu mencapai 250 orang,” kata Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji dikutip dari Antara, Minggu (4/7).

Adapun ruangan yang akan dijadikan tempat isolasi, yakni ruang serba guna lantai dua dan eks Masjid Darul Jannah di lantai tiga yang berada di Gedung Blok B-C.

“Untuk efektifnya kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari Provinsi DKI Jakarta,” kata Isnawa.

Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji. Foto: Johanes Hutabarat/kumparan

Pemkot Jakarta Selatan sudah menyiapkan kasur dan juga tempat tidur lipat (velbed). Saat ini sudah ada 99 velbed, masing-masing sebanyak 83 buah di eks Masjid Darul Jannah dan 16 lainnya di ruang serba guna.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk melengkapi kekurangan tempat tidur itu. Nantinya, tempat isolasi tersebut dioperasikan sesuai prosedur prokes yang ketat dan didampingi tenaga medis dari Suku Dinkes Jakarta Selatan.

Pasien tanpa gejala nantinya akan diberi vitamin, dan diajak berolahraga. Kemudian ada pemeriksaan kesehatan dan penggunaan toilet tetap dengan prokes.

Penambahan tempat isolasi itu diharapkan dapat mengantisipasi jumlah orang positif corona yang harus diisolasi karena pemerintah pusat menargetkan peningkatan tes per hari.

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab dari seorang wanita di sebuah sekolah di Jakarta, Jumat (2/7). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Jawa dan Bali, DKI Jakarta ditargetkan melakukan tes per hari sebanyak 22.811 tes.

Untuk wilayah Jakarta Selatan, pemerintah pusat menargetkan tes COVID-19 per hari mencapai 4.916 tes. Sedangkan untuk isolasi pasien tanpa gejala saat ini sudah dilaksanakan di Graha Wisata Ragunan dengan 78 kamar berkapasitas sekitar 200 orang dan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jagakarsa.

Tempat lainnya juga disiapkan di antaranya Gedung Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) Saryanto TNI AU yang berada di Pancoran dan Rusun Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Rusun Pasar Rumput ditargetkan menampung sekitar 7.936 tempat tidur pasien tanpa gejala corona.

Comments are closed.