Kantor Non Esensial Tak WFH 100%, Bisa Berurusan Dengan Polisi Saat PPKM Darurat

Dir Lantas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P. memimpin Operasi Kepolisian Ketupat Jaya 2021 di Titik penyekatan Cikarang Barat. Foto: Twitter/ @TMCPoldaMetro

Pihak kepolisian akan bertindak tegas menghadapi perusahaan non esensial yang tetap melaksanakan WFO saat PPKM Darurat. Sesuai aturan pemerintah, perusahaan non esensial wajib WFH 100 persen, mulai tanggal 3 sampai 20 Juli nanti.

“Ya akan dipanggil diminta pertanggungjawaban unsur pidananya. Manajernya direkturnya akan dimintai pertanggung jawaban,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, saat dihubungi wartawan, Senin (5/7).

Hal ini diungkap oleh Sambodo, setelah ia mengunjungi pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor bersama Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

Pada penyekatan ini, mereka mendapatkan puluhan kendaraan dan masyarakat yang masih mencoba masuk Jakarta pada Senin pertama PPKM Darurat.

Artinya, masih banyak perusahaan di Jakarta yang meminta karyawannya untuk bekerja di kantor.

Kondisi penyekatan PPKM di Jalan Lampiri, Kalimalang, Bekasi. Foto: Dok. Samuel Billy

Sementara itu, Sambodo juga memperkirakan perusahaan bisa dipidana dengan pasal 212 dan 216 KUHP, jika mereka terbukti melawan petugas dengan tidak mengindahkan anjuran pemerintah.

“Iya bisa kala dia melawan petugas, tanya ke Dirkrimum, itu yang menangani,” tutup Sambodo.

Berikut adalah sektor esensial yang ditetapkan oleh Pemerintah saat pemberlakuan PPKM Darurat.

Cakupan sektor esensial yang harus menerapkan WFO 50 persen adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Sementara cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Comments are closed.