Kampung Bayam di Balik Kerennya Pembangunan Jakarta International Stadium

Diorama Jakarta International Stadium (JIS) di Sunter, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Foto: Jamal Ramdhan/kumparan

Proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) telah mencapai 61,34 persen. Memiliki fasilitas kelas satu, stadion ini disebut-sebut akan mengalahkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Tak main-main, pembangunan stadion bertaraf internasional itu menghabiskan dana yang fantastis. Keren dan modern, berikut sederet fakta terkait pembangunan Jakarta International Stadium.

1. Habiskan Biaya Rp4,5 Triliun

Pengangkatan rangka atap Jakarta International Stadium. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Mengutip kumparanNEWS, total biaya yang sudah ditetapkan untuk pembangunan JIS sekitar Rp4,5 triliun. Tentu, itu merupakan dana yang besar dengan skema penyertaan modal daerah multiyears dari tahun 2019 hingga 2021.

2. Stadion dengan Fasilitas Mewah Berkapasitas 82 Ribu Penonton

Pengangkatan rangka atap Jakarta International Stadium. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Layaknya di stadion-stadion internasional, JIS juga dilengkapi fasilitas hospitality, fasilitas retail, juga fasilitas pendukung lainnya. Adapun kapasitasnya, stadion yang disebut bakal memiliki tribun tiga tingkat ini mampu menampung hingga 82.000 penonton.

3. Atap Stadion Bisa Dibuka-Tutup

Suasana proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (8/5/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Sudah mencapai tahap akhir, saat ini proses pembangunan dalam tahap pengecoran bangunan untuk menghubungkan kedua sisi, baik timur dan barat. Selain itu, JIS juga baru saja melakukan lifting pada bagian atap yang nantinya bisa dibuka-tutup.

Pembangunan stadion itu ditargetkan rampung pada Desember 2021. Selanjutnya akan dijadwalkan untuk menggelar pertandingan pertama.

4. Mudah Diakses dengan Transportasi Umum

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab pertanyaan jurnalis usai meninjau proses lifting rangka atap saat pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/6). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Project Manager dari Jakarta International Stadium, Arry Wibowo mengatakan, di dalam Pergub No. 14 Tahun 2019, dijelaskan bahwa pembangunan kawasan olahraga itu akan terintegrasikan dengan moda transportasi umum.

Dibangun di lokasi strategis, disebutkan nantinya JIS akan terhubung moda transportasi bertajuk rel seperti KRL dan LRT, juga transportasi darat seperti TransJakarta.

Selain itu, stadion mewah itu rencananya juga bakal memiliki area parkir yang luas. Disebut, JIS bakal bisa menampung 800 mobil di parkir VIP dan VVIP yang nantinya diperuntukkan untuk para pemain dan official tim, serta 100 bus di lahan parkir bus.

5. Polemik Penggusuran Warga Terkait Pembangunan JIS

Warga terdampak proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) berada di rumahnya di Kampung Bayam, Jakarta Utara. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Setidaknya lebih 627 kepala keluarga warga Kampung Bayam, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tergusur terkait pembangunan JIS. Dari ratusan keluarga, kini tersisa sekitar 76 saja. Kampung Bayam yang pernah menjadi urban farming yang berhasil itu perlahan ditinggalkan secara bertahap seiring pembangunan JIS dalam beberapa tahun terakhir.

PT Jakakarta Propertindo (Jakpro), BUMD milik Pemprof DKI sebagai pelaksana proyek, telah mencairkan kompensasi kepada 577 KK yang terdampak pembangunan JIS.

Dalam pemberian kompensasi, Jakpro mengacu kepada Perpres No.62 Tahun 2018 di mana telah mencakup biaya penggantian pembongkaran, mobilisasi kembali ke kampung halaman, sewa rumah selama 12 bulan, dan tunjangan kehilangan pendapatan.

Lantas, seperti apa kisah mereka pasca dimulainya pembangunan proyek JIS? Melalui liputan eksklusif Cerita Urban+, kita diajak untuk menyelami suasana Kampung Bayam di hari-hari terakhirnya, serta berkenalan dengan warga lokal dan kisah kesehariannya.

Tonton Selamanya Warga Kampung Kebon Bayam, eksklusif di Cerita Urban+!

Comments are closed.