KAI Tetap Terapkan 70% Kapasitas, Tunggu Arahan Kemenhub Soal PPKM Darurat

KAI hadirkan ornamen khusus di kereta api dan stasiun Foto: Dok. Humas KAI

Pemerintah resmi menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali per 3 Juli. Aturan berlaku sampai 2 minggu setelahnya.

Ada beberapa kebijakan penting yang diambil Presiden Jokowi terkait hal tersebut. Semata-mata demi memutus penularan corona.

Menanggapi kebijakan ini, PT KAI selaku penyedia transportasi umum akan mengikuti arahan pemerintah dan menyesuaikannya.

“Kami sampaikan bahwa pola operasional perjalanan KAJJ dari area Daop 1 Jakarta akan menyesuaikan dengan arahan pemerintah melalui Gugus Tugas Satgas COVID-19 dan Kementerian Perhubungan terkait detail pengaturan operasional untuk perjalanan KA jika terdapat perubahan. KAI berkomitmen akan mendukung seluruh upaya dan langkah penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah,” ucap Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7).

Menurut Eva, pihaknya juga sudah menyesuaikan pembatasan kapasitas penumpang kereta api jarak jauh selama masa pandemi virus corona ini, yakni sebesar 70 persen. Kapasitas 70% sudah diterapkan PT KAI sebelum PPKM Darurat ditetapkan.

“Pembatasan kapasitas dari setiap KA yang berangkat juga dilakukan yakni dengan volume penumpang hanya 70 persen dari total kapasitas ketersediaan tempat duduk yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk dapat menjaga jarak fisik antar penumpang di dalam rangkaian KA,” kata dia.

Selain itu, PT KAI, kata dia, konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat, khususnya untuk pemberangkatan kereta api jarak jauh.

“Adapun sepanjang masa pandemi, untuk mencegah penyebaran COVID-19, PT KAI Daop 1 secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat khususnya untuk pemberangkatan KAJJ dan pola operasional KA,” ujarnya.

“Penerapan physical distancing juga terus diawasi oleh petugas agar pelanggan mengikuti tanda batas jarak yang telah dipasang di berbagai area layanan,” tambahnya.

Penumpang kereta Argo Lawu berjalan keluar dari gerbong saat tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (17/5/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Eva juga mengatakan, pihaknya memastikan penumpang yang memenuhi persyaratan, khususnya syarat kesehatan yang diperbolehkan menggunakan transportasi kereta api.

“KAI Daop 1 memastikan pelanggan yang berhak naik KA telah memenuhi persyaratan dokumen tersebut serta persyaratan lainnya seperti dalam kondisi sehat dan memakai masker dengan sempurna. Jika saat boarding didapati pelanggan tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, maka pelanggan dilarang naik KA dan tiketnya dapat dibatalkan dengan pengembalian bea 100%,” tandasnya.

Comments are closed.