Kabar Corona Dunia: Varian Delta Meluas di Fiji; Efikasi Pfizer Turun di Israel

Polisi berpatroli di area perumahan untuk memeriksa orang-orang yang mengenakan masker di Suva, Fiji. Foto: Leon Lord/AFP

kumparan merangkum kabar corona dunia pada Selasa (6/7). Mulai dari varian delta meluas di Fiji hingga efikasi vaksin Pfizer di Israel turun.

Hingga kini, penularan COVID-19 masih terjadi. Tercatat jumlah kasus positif global mencapai 185.060.692 orang.

Amerika Serikat, Inda dan Brasil masih menjadi tiga negara terdampak parah COVID-19. Tercatat kasus COVID-19 di masing-masing negara itu di atas 18 juta jiwa.

Berikut kumparan rangkum kabar corona dunia:

Polisi berpatroli di area perumahan untuk memeriksa orang-orang yang mengenakan masker di Suva, Fiji. Foto: Leon Lord/AFP

Varian Delta Menyebar di Fiji, Rumah Sakit dan Kamar Mayat Terisi Penuh

Fiji kewalahan menghentikan laju penyebaran virus corona. Makin cepatnya penularan corona disebabkan kemunculan varian Delta.

Varian Delta lahir di India saat negara itu menghadapi tsunami COVID-19 beberapa bulan lalu. Varian tersebut lebih menular dan mematikan dari jenis lain yang ada sebelumnya.

Akibat menyebarnya virus corona varian Delta pada Selasa (6/7), Fiji melaporkan penambahan 636 kasus dan enam kematian.

Bagi negara kecil seperti Fiji, penambahan sebanyak itu adalah malapetaka. Bahkan, karena corona terus melonjak kamar mayat dan rumah sakit di Fiji terisi penuh.

Salah satu rumah sakit terbesar di ibu kota Suva, RS Memorial Perang Kolonial, seluruh kamar berjumlah 500 telah dijadikan ruang khusus perawatan pasien COVID-19.

Pemerintah Fiji bahkan sudah mengakui, banyak pasien COVID-19 yang terlambat mendapat perawatan karena rumah sakit terisi penuh. Beberapa di antaranya meninggal di rumah.

Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS

Israel dan Korsel Setuju Lakukan Barter 700 Ribu Dosis Vaksin Pfizer

Israel dan Korea Selatan pada Selasa (6/7) sepakat untuk melakukan program barter atau bertukar dosis vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech.

Pada akhir bulan Juli, Israel akan segera mengirimkan hingga 700 ribu dosis vaksin yang hampir kedaluwarsa. Sebagai gantinya, Korsel akan memberikan dosis vaksin Pfizer dalam jumlah yang sama pada September atau Oktober mendatang.

Program vaksinasi Korea Selatan berjalan dengan sangat cepat. Mereka telah menyuntikkan hampir seluruh stok dosis vaksin COVID-19 yang mereka miliki, tetapi mereka kesulitan memperoleh dosis vaksin baru secara tepat waktu.

Hal ini disebabkan oleh suplai vaksin global yang memang terbatas, terutama di Asia.

“Ini adalah kesepakatan yang saling menguntungkan,” ujar Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett.

“Bersama-sama, kita akan mengalahkan pandemi ini,” lanjutnya.

Di Israel, sebanyak 55% dari total populasi 9 juta orang telah divaksinasi dosis penuh. Sebanyak 10 juta dosis telah diberikan kepada warganya, menjadikan Israel salah satu negara dengan program vaksinasi tercepat.

Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Jeong Eun-kyeong, menyebut kesepakatan ini dapat membantu Korsel mempercepat rencana vaksinasi mereka.

Menlu RI Retno Marsudi saa bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov di Jakarta, Selasa (6/7). Foto: Kemlu RI

Menlu Retno: Bulan Lalu Kepala BPOM ke Rusia, Lihat Produksi Vaksin Sputnik V

Menlu Rusia, Sergey Lavrov menyambangi Jakarta. Saat bertemu Menlu Retno Marsudi, kerja sama di bidang kesehatan khususnya soal vaksin menjadi salah satu pembahasan.

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Pancasila Jakarta, Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa pengadaan vaksin, perawatan, serta diagnostik COVID-19 tetap menjadi prioritas kerja sama kesehatan dua negara.

“Seluruh kegiatan kerja sama akan tunduk dengan pedoman badan kesehatan kedua negara dan juga WHO,” ujar Menlu Retno.

Bahkan, ungkap Menlu Retno, Kepala Badan POM Indonesia, Penny Lukito, telah melakukan kunjungan ke pabrik produksi vaksin asal Rusia, Sputnik V, pada Juni lalu.

Sputnik V adalah vaksin COVID-19 tipe vektor berbasis adenovirus, layaknya vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson.

“Sebagai informasi, bulan lalu Kepala Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Indonesia mengunjungi Rusia untuk melihat secara langsung fasilitas untuk produksi vaksin Sputnik V,” papar dia.

Sebungkus botol bekas dan tidak terpakai dari vaksin Sputnik V di sebuah rumah sakit swasta di Karachi, Pakistan. Foto: Akhtar Soomro/Reuters

Indonesia sudah berencana untuk menggunakan vaksin Sputnik V untuk skema vaksinasi Gotong Royong, yang saat ini masih baru menggunakan vaksin Sinopharm.

Pada April lalu, Bio Farma disebut telah memperoleh komitmen 20 juta dosis vaksin Sputnik V. Penerimaan vaksin ini akan segera dilaksanakan begitu izin penggunaan darurat dari BPOM telah dikeluarkan.

Menlu Retno juga mengatakan, sebelumnya, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Joko Widodo sempat berdiskusi via telepon pada Maret tahun lalu, untuk membahas kerja sama dalam menangani pandemi ini.

Suasana jalan raya yang sepi di pusat kota selama lockdown di Sydney, Australia, 28 Juni 2021. REUTERS/Loren Elliott Foto: Loren Elliott/REUTERS

Lockdown Ketat di Sydney Tunjukkan Hasil: Kasus Baru COVID-19 Merosot Tajam

Dalam 24 jam, Menteri Utama New South Wales Gladys Berejiklian akan memutuskan lockdown di Sydney diperpanjang atau tidak.

Selama dua pekan sampai Jumat (9/7) Pemerintah Negara Bagian New South Wales memberlakukan lockdown di Sydney. Penguncian di kota terbesar di Australia itu ditujukan untuk menghentikan laju penyebaran varian corona Delta yang ganas dan lebih menular.

Pada Selasa (6/7) ini, lockdown menunjukkan hasil memuaskan. Dalam 24 jam hanya muncul 18 kasus baru. Jumlah tersebut setengah dari hari sebelumnya.

Menurut Berejiklian menurunnya kasus baru bakal jadi bahan pertimbangan terkait kelanjutan lockdown. Jika nantinya tak diperpanjang, Berejiklian berharap lockdown dua pekan ini adalah yang terakhir.

Oleh sebab itu, Berejiklian menginginkan percepatan vaksinasi massal di seluruh New South Wales.

“Saya harap kami bisa menyampaikan soal keputusan pada masyarakat esok hari mengenai pekan depan kondisi akan seperti apa,” tutur Berejiklian.

Seorang petugas kesehatan menerima vaksin corona Sinovac di Lung Center of the Philippines, Quezon City, Metro Manila, Filipina. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Kehabisan Dosis, Beberapa Kota di Filipina Hentikan Vaksinasi COVID-19

Beberapa kota di Filipina memutuskan menghentikan vaksinasi COVID-19 massal dosis pertama. Langkah itu diambil karena dosis vaksin habis.

Salah satu kota yang menghentikan vaksinasi adalah Makati City. Kota tersebut merupakan rumah bagi distrik finansial utama di Filipina.

Otoritas daerah setempat menyebut, untuk Selasa (6/7) tak ada jadwal vaksinasi massal. Makati City sekarang sedang menggelar vaksinasi massal dosis satu untuk pekerja garis depan.

Selain itu, otoritas daerah Makati City di Filipina menutup pusat vaksinasi di mal dan sekolah-sekolah.

Langkah penghentian vaksinasi massal dilakukan pula oleh kota Paranaque, Caloocan dan Valenzuela. Mereka kini menunggu pasokan dosis dari Pemerintah pusat.

Sementara di kota Malabon dan Muntinlupa, pusat vaksinasi tak akan lagi menerima kunjungan langsung.

Anggota staf mengambil foto pesawat maskapai Lufthansa dan Easyjet selama pembukaan resmi Bandara Berlin-Brandenburg (BER) “Willy Brandt”, di Schoenefeld dekat Berlin, Jerman, Sabtu (31/10). Foto: Tobias Schwarz/REUTERS

Jerman Buka Pintu Masuk Bagi Warga Inggris hingga India

Jerman telah melonggarkan akses pintu negara bagi Inggris, India, Portugal, dan Rusia.

Pada Senin (5/7), Lembaga Kesehatan Publik Jerman menyatakan bahwa keempat negara tersebut tak lagi diwaspadai dalam hal penyebaran varian baru corona.

Menurut Institut Robert Koch, status Inggris, India, Portugal, dan Rusia telah diturunkan hanya sebagai daerah dengan insiden tinggi oleh Jerman. Sehingga, warga yang datang dari empat negara itu kini dapat melakukan perjalanan ke Jerman asalkan menjalani karantina 10 hari pada saat kedatangan.

Masa karantina pun dapat dipersingkat menjadi 5 hari kalau mereka dinyatakan negatif corona. Namun tidak boleh kurang dari 5 hari, sebab dikhawatirkan hasil tes tak relevan.

“Jika Anda datang dari daerah dengan kasus [COVID-19] tinggi sebelum masuk [ke Jerman], tes tidak boleh dilakukan lebih awal dari lima hari setelah kedatangan agar relevan,” kata Institut Robert Koch.

Kelonggaran bagi empat negara tersebut berlaku mulai Rabu mendatang waktu setempat.

Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS

Efikasi Vaksin Pfizer Turun di Israel, Kini Jadi 64%

Israel melaporkan ada penurunan efektivitas vaksin Pfizer/BioNTech dalam mencegah infeksi COVID-19. Penurunan ini ditemukan seiring dengan merebaknya varian Delta dan berakhirnya pembatasan sosial di Israel.

Efektivitas vaksin Pfizer dalam mencegah infeksi corona di Israel menjadi 64% sejak 6 Juni. Hal ini diungkap Kementerian Kesehatan negara itu pada Senin (5/7).

Namun, mereka mengatakan vaksin Pfizer tetap sangat efektif dalam mencegah COVID-19 serius. Vaksin itu masih 93% efektif dalam mengurangi risiko rawat inap dan gejala berat.

Kementerian Kesehatan tidak menerangkan lebih lanjut terkait tingkat efikasi vaksin Pfizer sebelumnya. Namun pada Mei 2021, pejabat kementerian melaporkan bahwa dua dosis vaksin Pfizer memberikan lebih dari 95% perlindungan terhadap infeksi, rawat inap dan penyakit parah akibat COVID-19.

Di sisi lain, seorang juru bicara Pfizer menolak mengomentari data dari Israel ini. Tetapi ia mengungkit bahwa penelitian lain menunjukkan, antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin Pfizer masih mampu mengatasi semua varian baru dalam uji klinis.

Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters

Salah satunya varian Delta. Meski, penelitian itu memang menunjukkan ada penurunan efikasi vaksin Pfizer dalam mengatasi varian baru.

Sekitar 60% dari 9,3 juta penduduk Israel telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin Pfizer. Program vaksinasi ini pun disebut berperan besar dalam menurunkan kasus harian di Israel, yang lebih dari 10.000 pada Januari menjadi satu digit pada Juni 2021.

Penurunan ini mendorong Israel untuk mencabut hampir semua kebijakan pembatasan sosial, termasuk kewajiban memakai masker. Namun pada saat yang sama, varian baru Delta yang kini mulai dominan secara global ikut menyebar di Israel.

Sejak itu, kasus harian di Israel secara bertahap meningkat lagi dan mencapai 343 kasus pada Minggu (4/7), sementara jumlah yang sakit parah naik menjadi 35 dari 21 orang. Kebijakan memakai masker pun kembali diterapkan.

Comments are closed.