Kabar Corona Dunia: Portugal Terapkan Jam Malam; Kematian di India 400 Ribu Jiwa

Mobil ambulas dengan pasien corona terlihat menunggu di rumah sakit Santa Maria, Lisbon, Portugal. Foto: Pedro Nunes/REUTERS

Virus corona masih melanda dunia. Dikutip dari Johns Hopkins University and Medicine, total kasus corona di dunia saat ini mencapai 182.807.239, dengan angka kematian mencapai 3.958.367.

Amerika Serikat, India, dan Brasil masih menjadi tiga negara teratas yang paling parah terdampak corona apabila dilihat dari jumlah penularan.

Negara-negara lainnya pun saat ini tengah berjuang melawan virus tersebut. kumparan merangkum sejumlah kabar terbaru soal corona dunia pada Jumat (2/7). Berikut rangkumannya:

Petugas medis berdiri di samping ambulans saat mereka menunggu di rumah sakit Santa Maria, Lisbon, Portugal. Foto: Pedro Nunes/Reuters

Portugal Terapkan Jam Malam

Sebagai upaya dalam menekan lonjakan kasus COVID-19, pemerintah Portugal akan memberlakukan jam malam di sejumlah kota madya, salah satunya di Ibu Kota Lisbon.

Menteri Kabinet Portugal, Mariana Vieira da Silva, mengatakan jam malam berlaku pukul 23.00 hingga 05.00. Kebijakan ini diterapkan mulai Jumat (2/7) di 45 kota dengan risiko penularan tinggi.

“Kita sekarang tidak berada di situasi di mana kita bisa mengeklaim bahwa pandemi sudah terkendali,” ujar Da Silva dikutip dari Reuters, Jumat (2/7).

Pengetatan juga dilakukan. Penduduk Lisbon diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan negatif COVID-19 atau sertifikat vaksinasi jika ingin meninggalkan atau masuk ke wilayah tersebut pada akhir pekan.

Di 45 kota dengan penerapan jam malam, sistem kerja di rumah wajib untuk dilakukan ketika memungkinkan, restoran dan kafe wajib tutup pukul 22.30, dan acara pernikahan tetap diizinkan untuk berlangsung, dengan aturan pembatasan jumlah tamu.

Petugas rumah sakit mengecek kesehatan para pengendara di Indian Wells, California, AS, 26 Maret 2020. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson

Melacak Varian Delta di AS

Gedung Putih akan mengirimkan tim respons khusus ke berbagai lokasi di penjuru Amerika Serikat untuk melacak virus corona varian delta.

Penasihat Senior COVID-19 Gedung Putih, Jeffrey Zients, mengatakan bahwa tim respons akan dipersiapkan untuk mempercepat testing dan perawatan COVID-19 tambahan di lokasi dan komunitas tempat terjadinya lonjakan kasus corona.

Zients mengatakan, personel pemerintahan federal akan membantu berbagai komunitas warga dengan menyediakan tenaga kesehatan publik dan CDC akan memberikan bantuan dalam proses menahan lonjakan kasus.

Sementara, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rochelle Walensky, mengungkapkan bahwa rata-rata penambahan kasus COVID-19 mingguan di AS menunjukkan adanya peningkatan hingga 10 persen sejak pekan lalu.

Ia menyebut varian Delta, yang merupakan varian virus corona jauh lebih menular dibandingkan dengan varian lainnya, diperkirakan sudah menjadi varian paling dominan kedua di AS.

Petugas menyusun kotak berisi vaksin corona Pfizer-BioNTech di dalam truk di pabrik manufaktur Pfizer Global Supply Kalamazoo di Portage, Michigan, AS, Minggu (13/12). Foto: Pool via REUTERS

Epidemiolog: AS Jangan Remehkan Varian Delta

Epidemiolog asal Amerika Serikat, Eric Feigl-Ding, mengatakan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19 semakin meningkat. Dia bicara soal bagaimana menyeramkanya corona Delta menyerang sebuah negara.

Penuhnya rumah sakit juga terjadi di Israel dan Inggris bersamaan dengan meningkatnya kasus harian.

Tak hanya Inggris, Skotlandia, yang merupakan bagian dari Britania Raya, juga mengalami peningkatan kasus sejak Mei 2021. Kematian akibat COVID-19 di Britania Raya, menurut Feigl-Ding, juga mengalami peningkatan sejak Mei hingga Juli ini.

“Skotlandia kini mencatat rekor peningkatan kasus tertinggi sepanjang waktu. Lebih tinggi dibandingkan peningkatan saat musim dingin. Itu akibat varian Delta. Dan itu [varian Delta] dapat memicu merebaknya wabah di perkumpulan publik,” kata dia di Twitter.

Dia juga bicara soal penularan corona di Singapura. Kata dia, orang yang telah divaksinasi pun masih bisa tertular.

Dari 29 pasien positif yang telah divaksinasi, sebanyak 21 kejadian penularan merupakan penularan dari orang tervaksinasi ke orang tervaksinasi, atau dari orang tervaksinasi ke orang yang belum tervaksinasi.

“Inilah bagaimana varian Delta—yang dua kali lebih menular dan empat kali lebih parah pada peningkatan risiko perawatan rumah sakit, bahkan dengan vaksin yang baik dan menurunkan angka kematian—bisa jadi lebih buruk, jika diabaikan,” ucapnya.

Penampakan halte bus yang di rancang untuk melindungi penumpang dari hujan monsun, musim panas dan virus corona di Kota Seoul, Korea Selatan, Rabu (12/8). Foto: Jung Yeon-je / AFP

Korsel Hadapi Lonjakan kasus

Virus corona di Korea Selatan kembali melonjak. Menyebarnya varian Delta menjadi penyebab lonjakan kasus harian di sana.

Pada Kamis (3/7) Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDA) mengumumkan penambahan 826 kasus. Sehari sebelumnya penambahan corona di Korsel sebanyak 762 kasus.

Penambahan pada Kamis ini merupakan yang terbesar dalam enam bulan. Tepat pada Januari lalu Korsel berhadapan dengan gelombang ketiga pandemi COVID-19.

Menurut KCDA kasus baru muncul di ibu kota Seoul dan wilayah sekitarnya. Mereka mengidentifikasi ada dua klaster besar di Seoul dan sekitarnya.

Untuk menahan laju penyebaran virus corona, otoritas Korsel meminta warga untuk tetap memakai masker. Mereka juga menganjurkan warga untuk tetap di rumah.

Seorang pria berjalan melewati pembakaran tumpukan kayu saat proses kremasi massal jenazah pasien COVID-19 di New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

Kematian di India Tembus 400 Ribu

Kematian akibat COVID-19 di India, pada Jumat (2/7) menembus angka 400 ribu jiwa. Sebagian besar korban jiwa COVID-19 di India muncul saat gelombang dua menghantam beberapa bulan lalu.

Ketika itu, India berhadapan dengan tsunami COVID-19 akibat kemunculan varian Delta.

Predikat tsunami datang lantaran bukan cuma kematian yang meroket tajam, kasus turut pula melonjak. Pada puncaknya April lalu, dalam 24 jam muncul 400 ribu lebih kasus COVID-19.

Sementara itu, pada Jumat ini Kementerian Kesehatan melaporkan penambahan 853 kematian baru. Dari perhitungan kantor berita Reuters, sekitar 100 ribu kematian muncul dalam rentan waktu 39 hari.

Comments are closed.