Kabar Corona Dunia: Kim Jong-un Murka; Varian Delta Mulai Menyebar di AS

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un resmi menutup kongres Partai Pekerja pada Rabu (13/1). Foto: KCNA via Reuters

Penyebaran COVID-19 di dunia masih terus terjadi. kumparan merangkum sejumlah kabar terbaru soal corona dunia pada Rabu (30/6).

Mulai dari pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un yang ngamuk karena penanganan corona yang tidak optimal, hingga varian corona Delta sudah masuk ke Amerika Serikat (AS).

Berikut beberapa di antaranya:

Ilustrasi bar Foto: RondellMelling

Penduduk Irlandia Boleh Kunjungi Bar, Syaratnya Sudah Divaksin

Setelah 16 bulan tutup akibat COVID-19, restoran, bar, dan kafe indoor di Irlandia akan kembali dibuka. Namun, hanya mereka yang sudah divaksin atau sembuh dari corona yang bisa pergi ke tempat-tempat tersebut.

Irlandia mengikuti beberapa negara Eropa yang telah lebih awal menerapkan kebijakan ini, seperti Austria, Denmark, Israel dan Rusia.

Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin, mengumumkan perlambatan pelonggaran pembatasan kegiatan di negaranya pada Selasa (29/6).

Sebelumnya, seluruh bar, restoran, dan kafe di Irlandia sudah tutup selama 16 bulan. Lockdown nasional juga sudah berlangsung sejak akhir Desember 2020.

Tetapi, Pemerintah Irlandia sudah melonggarkan kebijakan makan dan minum di luar ruangan sejak 7 Juni lalu.

Vaksin penyakit coronavirus moderna. Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Moderna dan Sputnik V Ampuh Lindungi dari Varian Delta

Dua vaksin COVID-19 tipe berbeda, yakni vaksin Moderna dan Sputnik V, disebut efektif dalam memicu antibodi terhadap virus corona varian delta.

Diketahui, Varian delta memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian lainnya.

Data dari Moderna menunjukkan, vaksin ini jauh lebih efektif dalam memicu antibodi terhadap varian delta dibandingkan dengan varian Beta (varian corona yang pertama ditemukan di Afrika Selatan).

Sementara Vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute di Moskow, Rusia, ini disebut memiliki efikasi hingga 90 persen terhadap varian Delta.

Ilustrasi virus Corona. Foto: Shutter Stock

Ceko Larang Perjalanan ke Rusia hingga Tunisia

Kementerian Kesehatan Ceko melarang penduduknya melakukan perjalanan ke Rusia dan Tunisia. Kebijakan itu akibat penularan COVID-19 di dua negara itu naik.

Larangan perjalanan ke Rusia mulai berlaku pada Kamis (1/7). Sedangkan larangan ke Tunisia berlaku pekan depan. Tunisia merupakan negara favorit yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asal Ceko.

Sebelumnya, Ceko juga telah melarang penduduknya pergi Paraguay dan Namibia termasuk India dan Brasil.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat berpartisipasi dalam reli iring-iringan mobil di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Sao Paulo, Brasil. Foto: Amanda Perobelli/Reuters

Brasil Tunda Kontrak Pembelian Vaksin

Brasil menunda kontrak pembelian vaksin COVID-19 dari India sebesar 324 juta USD atau setara dengan Rp 4,7 triliun. Hal ini disebabkan oleh laporan adanya penyimpangan dalam perjanjian pembelian yang malah menyeret nama Presiden Jair Bolsonaro.

Seseorang melaporkan adanya korupsi dalam perjanjian pembelian 20 juta dosis vaksin Covaxin produksi Bharat Biotech India. Salah seorang pejabat Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan, sebelumnya ia telah menyampaikan kekhawatiran soal hal ini kepada Bolsonaro.

Bolsonaro membantah melakukan pelanggaran apa pun dan mengatakan bahwa ia tak tahu apa-apa soal tindak korupsi dalam perjanjian itu.

Tim yang dikepalai oleh Menteri Kesehatan Brasil, Marcelo Queiroga, akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait tuduhan korupsi tersebut selama penundaan kontrak.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Foto: KCNA via Reuters

Kim Jong Un Murka

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan murka dan menghukum sejumlah pejabat tinggi pada Selasa (29/6) akibat kegagalan mereka menangani pandemi COVID-19 dan memicu situasi bahaya.

Dalam laporan oleh kantor berita lokal KCNA, tak dijelaskan secara rinci insiden apa yang terjadi dan bagaimana insiden itu membahayakan rakyat Korut.

Korut hingga kini diketahui masih belum mengkonfirmasi kasus COVID-19 di negaranya secara resmi. Klaim ini tentunya dipertanyakan oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Dikutip dari Reuters, Kim Jong-un menggelar rapat dengan Partai Pekerja Korut membahas mengenai kelalaian para eksekutif partai dalam menjalankan kewajibannya. Termasuk kegagalan mereka dalam menerapkan kebijakan jangka panjang menangani pandemi COVID-19.

“Sekretaris Jenderal [Kim Jong-un] menekankan pada sebuah insiden serius yang menyebabkan krisis besar terhadap keselamatan negara dan rakyatnya, serta konsekuensi sebagai akibat dari insiden itu,” demikian tertulis dalam laporan KCNA.

Beberapa pejabat politbiro (bagian dari partai komunis yang mengurus dan memutuskan isu politik), sekretaris komite, dan pejabat dari sejumlah lembaga-lembaga negara juga dicabut dan diganti dari jabatannya pada rapat tersebut.

Warga memakai masker berjalan melewati origami yang ditampilkan untuk menghormati korban akibat virus corona di Perpustakaan Greenpoint, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Foto: Brendan McDermid/REUTERS

Varian Delta Menyebar di Amerika Serikat

Varian Delta mulai menyebar di Amerika Serikat. Beberapa negara bagian kembali mempertimbangkan aturan wajib masker.

Beberapa ahli medis AS mulai mengkhawatirkan soal varian Delta. Mereka memprediksi varian Delta bakal dominan di AS dan menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebut, varian itu masih bisa menginfeksi orang yang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis penuh.

Mereka menduga lonjakan berpotensi terjadi di AS pada musim gugur mendatang. Musim gugur di AS berlangsung pada September mendatang.

Saat ini kota Los Angeles telah kembali memberlakukan anjuran wajib masker di ruangan tertutup. Anjuran itu berlaku pula kepada warga yang sudah divaksin.

Sementara itu, Gubernur New Jersey Phil Murphy mengatakan, dirinya mempertimbangkan kewajiban masker. Namun, untuk saat ini anjuran tersebut dirasa belum perlu kembali diberlakukan.

“Kebijakan bisa berubah bila situasi makin buruk,” kata Murphy.

Suasana di sekitar menara Eiffel, Paris saat lockdown. Foto: REUTERS/Pascal Rossignol

Varian Delta di Prancis

Prancis diprediksi akan mengalami lonjakan kasus COVID-19. Hal ini terkait menyebarnya varian corona Delta. Prediksi Prancis bakal dihantam gelombang lanjutan virus corona disampaikan salah seorang ilmuwan ternama, Profesor Jean-François Delfraissy.

Meski demikian, Delfraissy meyakini gelombang baru akibat varian Delta tidak akan separah gelombang sebelumnya. Sebab, vaksinasi yang makin luas di Prancis bakal membantu mengurangi efek penularan kasus corona.

Sementara itu ahli epidemiologi Prancis, Arnaud Fontanet, memperkirakan lonjakan kasus bakal terjadi September atau Oktober 2021 mendatang.

Comments are closed.