Kabar Baik! Kota Bogor Dapat Bantuan 100 Tabung Oksigen, Langsung Dikirim ke RS

Satgas COVID-19 Kota Bogor membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit. Foto: Pemkot Bogor

Pemakaian oksigen untuk kebutuhan medis di rumah sakit di Kota Bogor terus meningkat. Hal ini disebabkan karena melonjaknya kasus positif COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir.

Tingginya permintaan ini rupanya tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan oksigen dari pemasok.

Atas kondisi itu, Satgas COVID-19 Kota Bogor kemudian bergerak cepat, berkoordinasi kepada Kemenkes dan Kementerian BUMN. Hasilnya, Kota Bogor mendapatkan bantuan 100 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik untuk kebutuhan di rumah sakit.

Satgas COVID-19 Kota Bogor membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit. Foto: Pemkot Bogor

Bantuan oksigen medis tersebut tiba di Posko Logistik PPKM Darurat, Jalan Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor pada Senin (5/7), pukul 23.30 WIB. Tabung-tabung tersebut telah diisi ulang oksigen oleh PT Krakatau Steel di Cilegon, Banten.

“Stok di lapangan menipis, suplayer banyak yang tidak mampu lagi memasok. Kami data berapa RS yang memerlukan pasokan tambahan oksigen. Ada beberapa RS yang menyampaikan kepada kami bahwa akan habis per hari Senin tadi. Karena itu kami bergerak cepat, akhirnya bisa dibantu oleh Pak Menkes dan Pak Menteri BUMN,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya saat memantau pendistribusian oksigen, Senin malam.

“Jadi, Krakatau Steel siap untuk memberikan bantuan 100 tabung besar oksigen. Kami kirim truk ke sana dari Satpol PP dibantu BPBD, kemudian didistribusikan ke beberapa RS yang memang sudah habis stok oksigennya,” jelasnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memantau proses distribusi tabung oksigen di rumah sakit. Foto: Pemkot Bogor

Pada malam tersebut, Bima Arya memonitor penyaluran oksigen untuk tiga rumah sakit, yakni RS Azra (16 tabung), RS Hermina (5 tabung) dan RS Medika Dramaga (20 tabung).

“Besok pagi (Selasa, 6 Juni 2021) ada beberapa RS lagi termasuk Rumah Sakit Lapangan, Pusat Isolasi Asrama IPB dan RS lainnya yang membutuhkan,” kata Bima.

Satgas COVID-19 Kota Bogor membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit. Foto: Pemkot Bogor

Setiap harinya, kata Bima, Satgas COVID-19 Kota Bogor mengusahakan selalu UNTUK mengambil pasokan baru oksigen di Krakatau Steel.

“Stok yang baru datang ini bisa bertahan beberapa hari ke depan. Tapi tadi berdasarkan rakor dengan Pak Menko Luhut, disampaikan bahwa diperkirakan tiga hari ke depan distribusi oksigen harusnya bisa kembali normal. Tapi kita tetap mengantisipasi. Setiap hari akan kita coba memaksimalkan tambahan oksigen ini ke RS-RS,” terangnya.

Lonjakan 562 Kasus Positif COVID-19

Satgas COVID-19 Kota Bogor membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit. Foto: Pemkot Bogor

Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat adanya lonjakan penambahan kasus positif COVID-19 pada Senin (5/7). Sebanyak 562 kasus positif baru dilaporkan.

“Memang situasinya masih darurat. Terus merangkak naik, angka kematian tinggi. Terkonfirmasi ada varian Delta di Kota Bogor. Jadi dengan kondisi seperti ini kami mengingatkan kepada masyarakat untuk ekstra hati-hati dan Pemkot terus maksimalkan untuk menambah semua fasilitas. Nakes ditambah, tempat tidur di tambah di RS, kemudian juga pusat isolasi,” ungkap Bima.

Ia menambahkan, jika nakes banyak yang terpapar karena kelelahan menghadapi situasi darurat seperti ini, dikhawatirkan rumah sakit tidak akan mampu mengimbangi lonjakan kasus.

Satgas COVID-19 Kota Bogor membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit. Foto: Pemkot Bogor

Bima pun meminta kesadaran masyarakat untuk membantu menekan kasus positif dan mengantisipasi rumah sakit penuh. Caranya tetap disiplin prokes dan di rumah saja saat PPKM Darurat.

“Makanya meminta kesadaran kepada semua warga, karena kalau lonjakannya semakin tinggi maka nakes semakin banyak terpapar dan rumah sakit akan kolaps. Mobilitas warga harus ditekan lagi untuk menekan penyebaran varian Delta,” jelasnya.

“Mobilitasnya harus ditekan minimal 50 persen, Kota Bogor masih 20 persenan lah. Harus lebih ditekan lagi. Jadi kami tadi sepakat untuk mengencangkan pengetatan. Kita sedang berpikir melakukan kebijakan yang lebih ketat lagi terkait dengan arus Jakarta-Bogor. Formatnya nanti akan kita umumkan,” pungkasnya.

Comments are closed.