Kabaharkam: Operasi Aman Nusa II akan Turunkan Penyebaran COVID-19 di 6 Provinsi

Mabes Polri menggelar Operasi Aman Nusa dengan daerah Operasi pada 6 wilayah Polda di Jawa dan Polda Bali. Penentuan daerah operasi ini disesuaikan dengan wilayah rawan pandemi yang ditetapkan penerintah pada level 3 dan level 4. Foto: Baharkam Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menunjuk Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto sebagai Kepala Operasi Pusat Operasi Aman Nusa II-2021 untuk pelaksanaan PPKM Darurat.

Komjen Arief gerak cepat menjalankan perintah Kapolri. Rapat segera digelar untuk koordinasi.

Kabaharkam Polri telah menggelar rapat bersama 6 Kasatgas didampingi Asisten Operasi Kapolri di Baharkam Polri pada Jumat (2/7). Rapat digelar untuk memastikan kesiapan operasi , perumusan cara bertindak, penetapan sasaran dan target operasi.

Dalam arahannya Kabaharkam Polri menekankan Operasi Aman Nusa dilaksanakan untuk mendukung upaya penanggulangan COVID-19 khususnya kebijakan PPKM Darurat untuk menurunkan angka penularan COVID-19 di seluruh Indonesia khususnya di 6 Provinsi.

“PPKM Darurat diarahkan pada upaya pencegahan penularan dengan pengetatan kepatuhan protokol kesehatan melalui langkah preemtif-preventif dalam penerapan 5 M dan penegakan disiplin sampai dengan penerapan tindakan hukum dengan tegas dan terukur,” beber Arief.

Mabes Polri menggelar Operasi Aman Nusa dengan daerah Operasi pada 6 wilayah Polda di Jawa dan Polda Bali. Penentuan daerah operasi ini disesuaikan dengan wilayah rawan pandemi yang ditetapkan penerintah pada level 3 dan level 4. Foto: Baharkam PolriDiharapkan masyarakat memahami upaya ini kemudian mentaati protokol kesehatan untuk menjaga dan mencegah diri dan keluarganya terhindar dari bahaya COVID-19Komjen Arief

Di samping itu, lanjut dia, juga dilakukan kegiatan akselerasi vaksinasi untuk mencapai target tercapainya herd community.

“Langkah lain adalah dukungan pengamanan dan pengawalan materi vaksin dan kegiatan penyaluran bantuan sosial untuk membantu masyarakat agar tidak terdampak dengan kebijakan ini,” ujarnya.

Seluruh Polda yang menjadi daerah sasaran operasi telah bersiap melakukan peningkatan pengetatan mobilitas kegiatan masyarakat melalui penyekatan dan pembatasan kegiatan di objek-objek yang ditetapkan dalam kriteria non esensial, esensial, dan kritikal.

“Polri siap dan akan maksimal untuk menjalankan PPKM Darurat dan diharapkan dengan operasi ini dapat menurunkan angka pandemi COVID-19,” tegasnya.

Diketahui, kebijakan pemerintah untuk penanggulangan Pandemi COVID-19 di Indonesia dengan penerapan PPKM Darurat di 6 Provinsi Jawa dan Bali akan digelar mulai tanggal 3 Juli 2021 pukul 00.00 WIB.

Untuk menjamin efektivitas kebijakan PPKM Darurat itu Mabes Polri menggelar Operasi Aman Nusa dengan daerah Operasi pada 6 wilayah Polda di Jawa dan Polda Bali. Penentuan daerah operasi ini disesuaikan dengan wilayah rawan pandemi yang ditetapkan pemerintah pada level 3 dan level 4.

Kapolri telah menerbitkan perintah operasi Aman Nusa lanjutan ini dengan menunjuk Kabaharkam Polri sebagai Kepala Operasi Pusat (Ka Ops Pus). Operasi yang digelar ini dengan mengerahkan personel sejumlah 21.618 personel terdiri dari 4.986 pers Mabes Polri dan 16.632 pers Polda Jawa dan Bali serta instansi terkait.

Operasi ini akan digelar sampai dengan tanggal 1 Agustus 2021.

Terdapat 6 Satuan Tugas di tingkat Pusat dan Wilayah yang akan digerakkan dalam pelaksanaan operasi ini yaitu:

Satgas 1 Deteksi, Satgas 2 Binmas, Satgas 3 Kepatuhan Prokes dan Pam Vaksinasi, Satgas 4 Bantuan Pelayanan Kesehatan (Bayankes), Satgas 5 Pengamanan dan Pengawalan Vaksin, Satgas 6 Penegakan Hukum dan Satgas 7 Humas

Comments are closed.