Jumlah Penumpang KMP Yunicee Diduga Tak Sesuai Manifes

Keluarga Penumpang KMP Yunicee Berdatangan ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Foto: Dok. Istimewa

Berapa jumlah pasti penumpang KMP Yunicee yang mengalami kecelakaan di Selat Bali hingga saat ini masih belum diketahui. Namun diduga jumlah penumpang tidak sesuai dengan jumlah yang tercatat dalam manifes.

Gubernur Bali I Wayan Koster meminta pihak pengelola segera memberikan kepastian data berapa jumlah penumpang KMP Yunicee.

Koster mengatakan, dalam manifes KMP Yunicee, ada 41 penumpang dan 16 anak buah kapal (ABK). Sehingga total manifes berjumlah 57 orang.

“Dari data yang diperoleh itu ada 41 penumpang menurut manifesnya 16 ABK. Jadi, ada 57 totalnya penumpang dengan ABK,” kata Koster saat memantau proses evakuasi di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (30/6) dini hari.

Sementara jumlah korban yang telah ditemukan hingga Rabu pagi berjumlah 59 orang. Mereka terdiri dari 53 korban selamat dan 6 meninggal.

Mereka yang selamat sebagian besar dievakuasi ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Yang meninggal dievakuasi ke RSUD Gilimanuk, Jembrana, Bali.

“Saya juga sudah bicara agar terus dilakukan pencarian sampai ditemukan penumpang yang kemungkinan belum ditemukan, supaya ada kepastian berapa penumpangnya,” kata Koster

“Dari data yang ada memang ada selisih antara yang tercatat dengan jumlah yang ditemukan. Artinya beda antara jumlah yang masuk dalam manifes dengan fakta yang sesungguhnya,” lanjut Koster.

Proses evakuasi penumpag KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali. Foto: Dok. Istimewa

Koster menyatakan, masih ada warga yang melapor belum menemukan sebagian anggota keluarga yang ikut menyeberang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk menggunakan KMP Yunicee.

“Karena ada yang meninggal dari Karangasem itu satu keluarga, belum ditemukan. Begitu juga yang dari Jembrana, anak muda, satu keluarga, bapaknya ibunya belum ketemu. Sedangkan ini sudah 59, yang belum ketemu berarti masih ada ini,” kata dia.

Basarnas Bali mencatat, manifes penumpang KMP Yunicee ada 53 orang yang terdiri ada 41 penumpang dan 12 ABK. Sedangkan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa mencatat ada 56 yang terdiri dari 41 penumpang dan 15 ABK dalam kapal tersebut.

Basarnas Perkirakan KMP Yunicee Angkut 107 Penumpang

Lalu seorang anggota Basarnas Bali yang enggan disebut namanya menyatakan, data person on boat (POB) yang diteken nakhoda berjumlah 41 orang dengan KTP. Masing-masing KTP diduga membawa keluarga 1 atau lebih dari satu keluarga.

“Jadi data awal yang didapat 41 POB adalah dari surat pernyataan yang ditandatangani nakhoda kapal sebelum kapal berangkat, tapi setelah ditelusuri kemungkinan 41 orang itu yang terdata dengan KTP-nya. Dan 1 orang yang terdata KTP-nya bisa membawa beberapa orang,” kata dia.

Berdasarkan perhitungan sementara anggota Basarnas Bali yang lain, ada sekitar 107 penumpang yang berada di dalam kapal. Basarnas Bali masih terus memeriksa kepastian jumlah penumpang KMP Yunicee.

“Kalau dari perhitungan total penumpang 107 orang. Yang terdata 41 orang karena biasanya kalau menyeberang yang diminta hanya KTP yang depan/drivernya. Sementara masih kita kroscek ulang terus dengan instansi terkait di lokasi,” tutup dia.

Keluarga Penumpang KMP Yunicee Berdatangan ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, KMP Yunicee tenggelam di perairan Selat Bali pada Selasa (29/6) sekitar pukul 19.06 WITA. Mulanya kapal diduga pecah lambung sehingga kapal miring dan seluruh badan kapal tenggelam.

Comments are closed.