Jokowi Bicara 3 Fokus Perbaikan Ketahanan Kesehatan di KTT ASEAN Plus Three

Presiden Joko Widodo saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (27/10/2021). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN Plus Three secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (27/10).

Jokowi menyampaikan tiga hal yang bisa menjadi fokus ASEAN Plus Three dalam pembangunan ketahanan kesehatan. Tiga hal ini merupakan investasi jangka panjang agar kawasan lebih siap menghadapi pandemi berikutnya.

Pertama, Jokowi menuturkan peningkatan kapasitas layanan kesehatan nasional merupakan dasar mutlak sebagai garis pertahanan pertama dalam menghadapi pandemi. Kesehatan nasional dapat menjadi fondasi ketahanan kesehatan kawasan.

“Sistem jaminan kesehatan nasional juga harus terus diperkuat, utamanya akses bagi kelompok marginal. Perbaikan strategi penanganan pandemi nasional perlu dilakukan, termasuk bekerja sama dengan WHO Country and Regional Office,” kata Jokowi.

Kedua, Jokowi berbicara kebutuhan medis harus bisa terpenuhi dengan mulai membangun cadangan kebutuhan medis di kawasan. Eks Wali Kota Solo itu mengatakan, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies dapat dikembangkan menjadi inventory buffer kebutuhan medis kawasan.

Dalam hal kapasitas produksi, harus diperkuat melalui dukungan investasi, transfer teknologi dan akses bahan baku produksi.

“Dalam situasi pandemi, dibutuhkan pendanaan kesehatan kawasan. ASEAN COVID-19 Response Fund dapat diperkuat menjadi ASEAN Emergency Health Fund,” tambahnya.

Presiden Joko Widodo saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (27/10/2021). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Ketiga, Eks Gubernur DKI itu menuturkan perlu adanya penguatan koordinasi dalam hal menyelaraskan kebijakan menghadapi pandemi. Menurutnya, penanganan yang terkoordinasi akan memberikan dampak yang lebih besar.

“Kita juga perlu mengembangkan mekanisme distribusi kebutuhan medis secara cepat dan merata di kawasan pada saat darurat. Untuk itu, ASEAN Emergency Operation Centre Network for Public Health harus dimanfaatkan secara maksimal,” tandasnya.

Dalam pertemuan ini, Jokowi turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Comments are closed.