Jokowi Berbelasungkawa: Sheikh Khalifa Akan Dikenang Sebagai Pemimpin Besar

Pidato Presiden Jokowi pada KTT Global COVID-19 ke-2, Washington DC, Kamis (12/5/2022). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Sejumlah pemimpin dunia mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Tak terkecuali Presiden Jokowi.

Ucapan duka tersebut Jokowi sampaikan melalui akun Twitter pribadinya.

“Dengan kesedihan yang mendalam saya mengetahui meninggalnya Presiden Sheikh Khalifa Bin Zayed. Dia akan selamanya dikenang sebagai pemimpin besar yang memperkuat kemakmuran UEA,” kata Jokowi, Sabtu (14/5).

“Pikiran dan doa kami bersama orang-orang Uni Emirat Arab dan anggota Keluarga Kerajaan pada saat duka ini,” sambung Jokowi.

Mendiang Sheikh Khalifa mulai menjabat sebagai Presiden UAE pada 2004. Satu dekade kemudian, pada 2014, Sheikh Khalifa mengalami serangan stroke dan memutuskan untuk mundur dari sebagian besar urusan pemerintahan UEA.

Sejak saat itu, jabatan pemimpin de facto dipegang oleh saudara Sheikh Khalifa Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed yang akrab dikenal sebagai MBZ.

Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Foto: REUTERS/WAM

Namun demikian, hubungan Indonesia dengan UEA terjalin dengan baik. Bahkan, di bawah pemerintahannya, nama Jokowi diabadikan dalam sebuah nama jalan di Abu Dhabi pada Oktober 2020.

Nama Jalan Presiden Jokowi terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area. Kawasan ini biasa di tempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik. Tak hanya nama jalan, nama Jokowi juga menjadi nama masjid di Abu Dhabi.

Pada 2021, giliran nama MBZ yang menjadi nama Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

Terkait wafatnya Sheikh Khalifa, Kementerian Kepresidenan UEA akan menjalankan masa berkabung selama 40 hari dengan pengibaran bendera setengah tiang mulai Jumat. Selain itu, negara juga akan menangguhkan pekerjaan di semua entitas sektor publik dan swasta selama tiga hari.

Comments are closed.