Jerman Buka Pintu Masuk Bagi Warga Inggris hingga India

Ilustrasi informasi penerbangan Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana

Jerman telah melonggarkan akses pintu negara bagi Inggris, India, Portugal, dan Rusia. Pada Senin (5/7), Lembaga Kesehatan Publik Jerman menyatakan bahwa keempat negara tersebut tak lagi diwaspadai dalam hal penyebaran varian baru corona.

Menurut Institut Robert Koch, status Inggris, India, Portugal, dan Rusia telah diturunkan hanya sebagai daerah dengan insiden tinggi oleh Jerman. Sehingga, warga yang datang dari empat negara itu kini dapat melakukan perjalanan ke Jerman asalkan menjalani karantina 10 hari pada saat kedatangan.

Masa karantina pun dapat dipersingkat menjadi 5 hari kalau mereka dinyatakan negatif corona. Namun tidak boleh kurang dari 5 hari, sebab dikhawatirkan hasil tes tak relevan.

“Jika Anda datang dari daerah dengan kasus [COVID-19] tinggi sebelum masuk [ke Jerman], tes tidak boleh dilakukan lebih awal dari lima hari setelah kedatangan agar relevan,” kata Institut Robert Koch di situsnya, mengutip Reuters.

Model virus corona terlihat melekat pada tanda selama protes terhadap pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters

Kelonggaran bagi empat negara tersebut berlaku mulai Rabu mendatang waktu setempat.

Sebelumnya pada Jumat (2/6), Kanselir Angela Merkel mengatakan warga Inggris yang telah divaksinasi COVID-19 dua dosis akan dapat melakukan perjalanan ke Jerman tanpa harus dikarantina pada saat kedatangan. Tetapi kebijakan baru hanya berupa pelonggaran, bukan pembebasan karantina total.

Sebelum kebijakan diubah, warga dari Inggris, India, Portugal dan Rusia dilarang memasuki Jerman. Hanya warga Jerman yang diperbolehkan dan mereka pun harus dikarantina selama 14 hari pada saat kedatangan.

Comments are closed.