Jepang hingga Arab Saudi, Ini Negara yang Tolak Kedatangan Turis Asal Indonesia

Suasana di Bandara Internasional King Abdulaziz Arab Saudi di Jeddah. Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE

Kasus corona di Indonesia sudah tembus 2 juta orang. Tidak hanya itu, penambahan kasus harian nasional pun kembali mencatat rekor baru sejak awal pandemi, yakni 21 ribu orang pada Minggu (27/6).

Dengan lonjakan kasus yang terjadi di Indonesia, sejumlah negara telah menutup pintu pariwisata mereka untuk wisatawan asal RI. Bahkan, beberapa negara telah memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara berisiko tinggi COVID-19.

Lantas, negara mana saja yang memberlakukan kebijakan tersebut? Berikut daftar negara atau otoritas di luar negeri yang tidak menerima kedatangan pelancong asal Indonesia.

1. Hong Kong

Tai Kwun, Hong Kong. Foto: Shutter Stock

Pemerintah Hong Kong melarang masuk semua maskapai yang mengangkut penumpang dari Indonesia mulai Jumat (25/6), pukul 00.00 waktu setempat. Pelarangan ini merupakan imbas temuan otoritas Hong Kong terhadap 4 penumpang Garuda Indonesia yang positif corona.

Empat penumpang GA876 dari Jakarta itu tiba di Bandara Hong Kong pada Minggu (20/6). Setelah dilakukan contact tracing terhadap penumpang GA876, terdapat 2 penumpang lagi yang positif COVID-19.

Berdasarkan situs resmi pemerintah Hong Kong, Indonesia juga akan ditetapkan di Grup A1 atau daftar negara yang sangat berisiko tinggi. Dengan demikian, bukan cuma maskapai dari RI yang tak boleh masuk. Seluruh penumpang asal Indonesia tak boleh masuk Hong Kong sekalipun melalui negara lain.

Bukan cuma Indonesia, ketentuan ini juga berlaku untuk kategori Grup A1 seperti India, Nepal, Pakistan, dan Filipina.

2. Arab Saudi

Jemaah haji tiba di Bandara di Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (25/7). Foto: Kementerian Media Saudi

Pelancong asal Indonesia dilarang masuk Arab Saudi sejak awal Februari 2021 bersama 19 negara lainnya. Pada akhir Mei, Arab Saudi mencabut larangan bagi 11 dari 20 negara tersebut. Sayangnya, Indonesia masuk dalam 9 negara yang masuk dilarang terbang.

Namun, larangan itu tidak berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji yang jatuh pada medio Juli 2021.

“Kebijakan tersebut tidak terkait dengan keputusan pelaksanaan haji. Kepastian pelaksanaan haji masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut dari Pemerintah Arab Saudi,” tegas KJRI Jeddah dalam pengumuman yang diunggahnya, dikutip pada Selasa (1/6).

Sebagaimana pengumuman larangan masuk pada awal Februari 2021, keputusan pencabutan kali ini juga didasarkan pada penilaian Arab Saudi atas perkembangan kasus COVID-19 secara global. Ketentuan tersebut berlaku mulai 30 Mei 2021 pukul 01.00 waktu Arab Saudi atau pukul 05.00 WIB.

Indonesia masuk ke dalam daftar hitam larangan masuk Arab Saudi bersama delapan negara lainnya. Selain Indonesia, delapan negara yang belum mengantongi izin bertandang ke negara tersebut adalah, Afrika Selatan, Argentina, Brasil, India, Indonesia, Lebanon, Mesir, Pakistan, dan Turki.

3. Taiwan

Pembatasan wilayah di Taiwan. Foto: Ann Wang/Reuters

Sejak Desember 2020, Taiwan resmi melarang seluruh migran asal Indonesia masuk ke negaranya. Hal ini dikarenakan peningkatan kasus positif corona di Asia Tenggara yang mengalami lonjakan.

Sebelumnya pada 30 November 2020, Taiwan hanya mengeluarkan keputusan pembatasan migran Indonesia masuk ke negaranya. Namun, pada 2 Desember 2020 keputusan diubah menjadi pelarangan.

4. Jepang

Ilustrasi Jepang Foto: Shutter stock

Pada April 2021, Indonesia masuk dalam daftar 152 negara yang dilarang masuk ke Jepang. Kebijakan itu terkait pandemi COVID-19.

Informasi tersebut dirilis Kemlu Jepang pada Selasa (20/4/2021). Mereka menyebut, larangan sesuai dengan Undang-undang Keimigrasian.

“Untuk sementara waktu, warga negara asing yang tinggal di salah satu dari 152 negara dalam waktu 14 hari permohonan masuk Jepang akan ditolak sesuai dengan UU Kontrol Imigrasi dan Pengakuan Pengungsi Pasal 5 Ayat (1), Butir (XVI),” ujar Kemlu Jepang.

Meski begitu, izin akan diberikan bagi pelancong yang memiliki keperluan mendesak sehingga mewajibkan bepergian di negaranya. Selain itu, Kemlu Jepang juga melarang WNA yang tiba dari ratusan negara itu masuk negaranya.

“Catatan untuk warga asing dari negara atau region yang larangan berlaku, maka mereka dilarang masuk Jepang. Mereka yang tiba di Jepang via negara-negara itu juga dilarang masuk, bahkan untuk tujuan mengisi bahan bakar atau transit,” sambung mereka.

Selain Indonesia, negara Asia lainnya yang dilarang masuk adalah Bangladesh, Bhutan, India, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Filipina.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).

Comments are closed.